Pameran Lukisan Virtual, Wujud Kepedulian OD SK Terhadap Kebudayaan | Bhayangkara Nusantara

Pameran Lukisan Virtual, Wujud Kepedulian OD SK Terhadap Kebudayaan

 178 total views

LOMBA lukis virtual yang digeber beberapa waktu lalu yang berlanjut dengan pameran lukisan oleh Meseum daerah, tidak terlepas dari gagasan serta ide seorang Jendry Sualang, Kadisbud Provinsi Sulut, sosok birokrat yang tak pernah kehilangan inovasi saat negeri ini dilanda wabah pandemi Covid-19.

Setelah sukses dengan gelaran lomba lukis virtual, ide lain bergulir di benak lelaki yang aktif dalam pelayanan bersama Komisi Kategorial P/KB GMIM yakni, bagaimana mensiasati Covid-19 dengan ide-ide dan gagasan cerdas diaktualisasikan lewat pameran lukisan virtual.

Bukan hanya menjadi wahana hiburan buat warga Sulut, tapi juga menjadi sarana bagi para seniman lukis memamerkan karya seninya di ajang pameran lukisan yang berlangsung saat ini juga, yang bertujuan memberi peluang mengisi pundi-pundi para seniman lukis di masa sulit seperti ini.

“Saat kondisi masyarakat Indonesia masih tengah bergulat dengan wabah yang telah merenggut puluhan ribu nyawa manusia,” ucap Sualang.

Pameran lukisan ini menampilkan koleksi lukisan museum daerah dan 50 lukisan karya 25 orang pelukis Sulawesi Utara yang ditampilkan di ruang pameran UPTD Museum Daerah, Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara, yang dihelat sejak Juli 2020, dan semalam (4/8) resmi ditutup, dan dibuka kembali sampai dengan 23 September 2020 oleh Kepala Dinas Kebudayaan Jendry Sualang, SPd, M.Si.

Perpanjangan masa pameran, menurut Sualang, lebih pada melihat animo dan antusiasme masyarakat Sulawesi Utara khususnya pencinta dan kolektor seni lukis yang mengapresiasi hajatan ini.

“Mereka hadir menyaksikan dan melihat langsung hasil karya pelukis anak daerah yang tak kalah dengan pelukis daerah lain,” ujar Sualang.

Sebelumnya, Jendry Sualang yang sempat diwawancarai awak media bhayangkaranusantara.com Senin, (3/8) di ruang pameran museum daerah menjelaskan, 25 pelukis sebagaimana dimaksud adalah mereka yang mengambil bagian pada lomba lukis yang digeber beberapa waktu lalu dengan karya terbaik mereka dihadirkan dalam pameran ini.

Baca Juga:  Hari Ini, Pemdes Atue Bagikan BLT Dana Desa Tahap II dan III

Sualang mengatakan, pameran lukisan virtual merupakan bagian perwujudan misi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yakni, “Berkepribadian Dalam Budaya”.

“Ini menjadi bagian perhatian beliau dengan membentuk OPD baru yaitu Dinas Kebudayaan yang di Indonesia baru ada empat provinsi memiliki dinas kebudayaan,” sebut Sualang.

Pembentukan OPD baru Dinas Kebudayaan oleh Gubernur, selain mewujudkan visi dan misi OD SK juga sebagai bagian dari perwujudan misi Presiden Joko Widodo yakni, “Revolusi Mental” yang terus digelorakan pemerintah di tengah suasana bangsa yang mengalami kemerosotan moral (moralism degradation) menuju bangsa yang berbudaya dan bermoral seperti sediakala.

“Kegiatan pameran lukisan virtual ini dapat terwujud berkat dukungan penuh Pak Gubernur Olly Dondokambey, SE yang benar-benar peduli dengan hal-hal yang bernuansa budaya, termasuk dukungan Pak Wakil Gubernur Steven Kandouw, Pak Sekprov. Sulut Edwin Silangen, SE, MS dan Pak Asisten III Gammy Asiano Kawatu, SE, M.Si,” jelas Sualang.

Sementara di sela acara penutupan dan pembukaan kembali pameran lukisan virtual dilanjutkan dengan penyerahan hadiah oleh Kadisbud Jendry Sualang yang disiapkan pihak Dinas Kebudayaan Sulut kepada 6 orang netizer yang berhasil mengoleksi like terbanyak lewat media sosial terkait aktifitas Gubernur Sulut dan yang berhubungan langsung dengan pameran lukisan virtual berupa, hadiah uang.

Dalam sambutannya, Jendry Sualang sempat menyebut sejumlah nama pelukis handal yang juga ikut menampilkan karya seninya antara lain, Berthy Sulangi, S.Sos, birokrat di lingkungan Disbud Provinsi Sulut.

“Termasuk hasil karya Henk Ngantung Almarhum, mantan Gubernur DKI Jakarta ikut dipamerkan dan John Willem Semuel dengan karya lukisan yang luar biasa,” tandas Sualang.

Di samping itu, Sualang berharap melalui pameran lukisan ini akan tampil pelukis andal lainnya dalam memperkaya khasanah budaya daerah ini melalui karya-karya lukisan yang menyentuh aspek budaya dan potensi daerah meskipun dimasa sulit ini.

Baca Juga:  Peringatan HAB Kementerian Agama Ke-74 Tahun 2020 di Kabupaten Pringsewu

“Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Pak Gubernur mendukung dan memberi ruang seluas-luasnya serta menfasilitasi setiap hajatan seperti ini,” tambah Sualang.

Lebih lanjut Sualang berkata, sasaran yang hendak dicapai dari perhelatan ini tak lain bagaimana masyarakat bangsa Indonesia lebih berbudaya dan menghargai budayanya sendiri ketimbang budaya luar.

Banyak orang pintar tapi tak “berbudaya”. Menurutnya, orang pintar harus memiliki kecerdasan intelektual yang diperoleh lewat pendidikan formal dan proses belajar secara terus-menerus tanpa mengenal waktu dan tempat.

“Bukan cuma itu, orang pintar juga mestinya memiliki kecerdasan emosional sosial, hal itu dapat diperoleh lewat pergaulan sehari-hari dengan siapa saja mau teman, sahabat atau pun mereka yang mau berbagi pengalaman ke mana kita pergi dan berada tanpa dibatasi ruang dan waktu, termasuk tampil dalam berbagai pertemuan baik formal maupun informal,” kata Sualang.

Kecerdasan emosional sosial merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari seseorang yang disebut “pintar” untuk menghargai dan menghormati pikiran serta pendapat orang lain, termasuk menghargai karya seni dari para pelukis yang telah berkontribusi terhadap pembangunan karakter bangsa (character buliding) dan memberi warna tersendiri buat peradaban dalam bingkai etika dan moral.

Hal lain yang juga tak kalah pentingnya yakni “orang pintar’ juga harus memiliki kecerdasan spritual, yaitu punya hubungan atau relasi intim dengan Sang Pencipta.

“Dengan kata lain, meskipun seseorang memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional sosial tapi bermental bobrok, tidak bermoral dan tak berbudaya, sama halnya bertumpu pada tumpuan yang rapuh,” tandas Sualang. Johny Lalonsang – Sulut

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1