Optimistis Bengkulu Bangkit Setelah Pandemi, Gubernur Rohidin Tekankan 2 Hal

 78 total views

DAMPAK pandemi Covid-19 mempengaruhi berbagai sektor. Selain pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi, persoalan kemiskinan juga menjadi poin penting untuk diurai.

Melalui program jaring pengaman sosial, sebelum pandemi pemerintah telah memberikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat pandemi, bantuan diperluas jangkauannya di luar kedua program tersebut.

Gubernur Bengkulu Rohidin saat kunjungan kerja di Kabupaten Rejang Lebong menegaskan, program bantuan sosial di Provinsi Bengkulu hendaknya memenuhi unsur ketepatan sasaran dan kualitas program. Untuk itu, update data yang valid dari tingkat desa diperlukan.

“Bukan berarti (bantuan) yang sudah ada itu tidak tepat sasaran, tetapi masih saja sering kita temui keluhan masyarakat yang layak mendapatkan tetapi tidak ter-cover. Jadi validasi data yang kemudian terverifikasi itu untuk memastikan ketepatan sasaran,” papar Rohidin saat membuka Rakor Program Bansos, Rabu (17/3/21).

Baca Juga:  BGS Apresiasi Gebrakan Rohidin-Rosjonsyah, Program KBS Sangat Berguna Bagi Masyarakat
Baca Juga:  Hari Ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten OKUS Realisasikan Bantuan

Kualitas program, lanjutnya, adalah terpenuhinya unsur ketepatan sasaran sesuai data yang valid, baik bentuk bantuannya maupun target sasarannya.

Ia mencontohkan, program e-Warung pada bantuan pangan menjadi berkualitas saat penerima bantuannya adalah keluarga yang tepat dan produk pangan yang disalurkan juga tidak asal-asalan.

“Barangkali ada kesulitan dalam update data bantuan yang memang terbatas ini, kalau mengganti penerima apa dasarnya, tapi di sisi lain, ada keluarga yang sejatinya lebih membutuhkan. Inilah momentumnya, ketika update data yang valid maka ketepatan sasaran itu lebih tertarget. Kalau ini bisa kita lakukan, saya optimis persoalan kemiskinan bisa kita pecahkan dalam 3 sampai 5 tahun ke depan dan signifikan,” jelas Rohidin.

Rohidin juga menambahkan, ada dua cara dalam mengatasi persoalan kemiskinan. Pertama yakni bantuan mengurangi beban pengeluaran, dan kedua program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat kian produktif dan mandiri.

Sebelumnya, saat kunjungan di Kecamatan Curup Timur dan bertemu masyarakat penerima manfaat BPNT, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Iskandar ZO mengatakan, untuk Kabupaten Rejang Lebong ada 22.941 keluarga penerima manfaat. Masing-masing mendapatkan bantuan senilai 200 ribu untuk kebutuhan pangan.

“Kalau se Provinsi Bengkulu, total nilainya mencapai 359 miliar,” ungkap Kadis Sosial Iskandar ZO. Anton – Bengkulu

Komentar Anda
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0