Operasi Yustisi Gabungan di Mojokerto Jaring 53 Orang Pelanggar Prokes

 470 total views

TIM Yustisi Gabungan yang terdiri dari Polresta, Kodim 0815, Satpol PP dan instansi terkait di Kota Mojokerto menggelar Operasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan (prokes) dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polresta Mojokerto, Senin (22/3/21) Malam

Operasi masker kali ini dipimpin Pawas Polresta Mojokerto AKP Nurrudin, S.Sos, MH. Operasi Yustisi Gabungan Polresta Mojokerto dan instansi terkait ini digelar dua kali dalam sehari sehubungan update data sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto sampai saat ini masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

“Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang melanggar protokol kesehatan,” ucap AKP Nurrudin, S.Sos, MH.

Baca Juga:  Operasi Yustisi Satgas Gabungan di Kobar Sasar Daerah Ini, Dapat 11 Pelanggar Prokes
Baca Juga:  Secara Masif, Korbinmas Baharkam Polri Sebarkan Brosur Percepatan Penanganan Covid-19

Malam hari ini, setidaknya Polresta Mojokerto menjaring 23 pelanggar prokes sehingga perlu dilaksanakan penindakan terhadap masyarakat yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan. Salah satunya tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar.

Operasi Yustisi yang digelar malam ini juga melibatkan Polsek Jajaran Polresta Mojokerto. Terdapat enam Polsek Jajaran yang melakukan Operasi Yutisi serentak di sektor masing-masing, yakni Polsek Magersari, Prajuritkulon, Jetis, Gedeg, Kemlagi dan Dawarblandong.

“Operasi Yustisi dilakukan secara mobile, petugas menyasar sepanjang jalan, warung kopi, angkringan, cafe, dan sejumlah tempat keramaian lainnya,” kata AKP Nurrudin.

Hasilnya, dari enam Polsek Jajaran didapati 30 orang terjaring karena tidak memakai masker. Masing-masing Polsek Magersari 5 orang, Prajuritkulon 5 orang, Jetis 5 orang, Gedeg 5 orang, Kemlagi 5 orang, dan Dawarblandong 5 orang.

Total keseluruhan ada 53 pelanggar prokes yang dijaring Polresta Mojokerto bersama Polsek Jajaran dalam Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan.

“Sanksi tegas berupa denda sesuai Perda Provinsi Nomor 2 Tahun 2020 kepada para pelanggar protokol kesehatan ini untuk memberikan efek jera dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan penerapan 5M,” tutupnya Nurrudin. Waid/BN01 – Jatim

Komentar Anda
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0