Operasi Ketupat Telabang 2021 Berakhir, Ini Catatan Polda Kalteng Selama 12 Hari

 158 total views

OPERASI Ketupat Telabang 2021 Polda Kalteng dalam rangka pengamanan peniadaan mudik Lebaran yang berlangsung selama 12 hari akhirnya selesai Senin (17/5/21).

Polda Kalteng bersama tim gabungan tercatat melakukan putar balik terhadap 2.116 kendaraan dan mengamankan 12 tersangka dari tujuh kasus pemalsuan surat keterangan rapid tes antigen.

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol. Kismanto Eko Saputro mengatakan, ribuan kendaraan yang diputar balik disebabkan karena tidak memenuhi persyaratan masuk ke wilayah Kalimantan Tengah.

Baca Juga:  Dua Polsek di Wilkum Polres Bateng Tak Lagi Punya Kewenangan Menyidik, Ini Dasarnya...
Baca Juga:  Penyelenggaraan Akad Nikah di Kecamatan Teras Boyolali Tetap Patuhi Kebijakan Pemerintah

Di antaranya seperti tidak membawa surat keterangan RT Antigen dan mencoba masuk di tengah penyekatan pelarangan arus mudik.

“Kendaraan yang diputar balik terbanyak berada di wilayah Kabupaten Kapuas, kemudian sisanya Barito Timur yang juga menghubungkan dengan Kalimantan Selatan. Lalu Kabupaten Lamandau dan Sukamara yang menghubungkan Kalimantan Barat,” katanya, Senin (17/5/21).

Meski Operasi Ketupat Telabang 2021 telah berakhir, lanjutnya, kepolisian akan tetap melakukan penyekatan di posko penyekatan yang telah ada paska larangan mudik diperpanjang hingga 24 Mei mendatang.

Operasi Ketupat Telabang 2021 akan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD) sejak 18-24 Mei.

“Aturan main tetap sama, petugas akan memutar balik kendaraan yang nekat mudik. Persiapan menghadapi arus balik paska libur lebaran, personel akan lebih intens melaksanakan pemeriksaan massa yang masuk ke Kalteng. Mengacu pada Surat Edaran Gubernur, untuk jalan darat wajib menyertakan RT Antigen, sedangkan untuk udara dan laut Swab PCR,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Polda Kalteng menjalin sinergisitas dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 di perbatasan untuk melaksanakan RT Antigen secara acak kepada pemudik yang balik ke Kalteng.

Untuk menekan penyebaran Covid 19, Polda Kalteng bersama-sama Satgas Covid 19 meningkatkan upaya testing, tracing dan treatment serta edukasi ke masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan.

“Atas kebijakan ini, kita meminta kepada seluruh jajaran untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait larangan mudik. Polda Kalteng tentunya tidak ingin melarang aktivitas mudik masyarakat, namun kegiatan ini harus dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat dari risiko penularan Covid-19,” tuturnya. Dardi – Kalteng

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0