Oknum Kepsek di Indramayu Terindikasi Selewengkan Dana BOS Afirmasi, Duitnya Dipakai Untuk Ini... | Bhayangkara Nusantara

Oknum Kepsek di Indramayu Terindikasi Selewengkan Dana BOS Afirmasi, Duitnya Dipakai Untuk Ini…

 541 total views

LAGI, salah seorang oknum kepala sekolah di Kabupaten Indramayu terindikasi menyelewengkan dana BOS afirmasi senilai Rp. 52 juta untuk tahun ajaran 2019. Dari jumlah siswa 26 orang yang seharusnya mendapatkan bantuan dalam program alat komunikasi belajar siswa, khususnya kelas VI, oleh oknum kepala sekolah tersebut disalahgunakan buat kepentingan pribadi.

Kepala K3S (Kumpulan Kinerja Kepala Sekolah) berinisial HKS ketika dikonfirmasi mengungkapkan, saat itu ada program bantuan dana BOS afirmasi untuk Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Tercatat ada enam sekolah yang mendapatkan dana BOS afirmasi tersebut, yaitu SDN Rancahan 1 dan 2 yang dikepalai H. Kusetih, SDN Rancamulya Cangkol, S.Pd, SDN Drunten Wetan 3 Warid, SDN Kedungdawa 2 Iman dan SDN Kedungdawa 3 Agus.

Menurut sumber, keenam sekolah itu masing masing mendapatkan dana BOS afirmasi di tahun anggaran 2019 senilai 2 juta rupiah per siswa, khususnya untuk kelas VI, tergantung jumlah siswa masing-masing sekolah.

Guna memastikan hal itu, media ini pun melakukan investigasi dan mencek langsung kebenarannya di lapangan kepada masing-masing siswa setiap sekolahan tersebut. Pasalnya banyak kejanggalan.

Bahkan pengakuan siswa masing-masing sekolah yang mendapat dana BOS afirmasi tersebut, ada beberapa siswa sekolah alumni SDN Rancamulya tahun ajaran 2019 dan sekarang sudah duduk di bangku SMP.

Salah seorang siswa, sebut saja Sela dan teman-temannya sesama mantan SDN Rancanulya mengaku, mereka belum pernah menikmati bantuan handphone tablet yang dijanjikan kepala sekolahnya. “Hanya omong palsu,” kata Sela dan kawan kawannya.

Pengakuan ini kemudian dikonfirmasikan ke Kepala SDN Rancamulya, Cangkol, yang mengakui dengan jujur bahwa dana tersebut ia pakai untuk biaya kuliah anaknya. “Saya akan kembalikan dana tersebut setelah dapat THT (tunjangan hari tua),” kata Cangkol dengan nada pelan.

Meski telah mengaku telah menyelewengkan dana bantuan program anggaran tahun 2019 tersebut dan berjanji akan mengembalikan, namun proses hukum tetap harus berjalan. Tak serta merta hilang, karena telah masuk kategori tindak pidana korupsi.

Terlebih untuk program belajar di rumah saat pandemi virus Corona (Covid-19), yang seharusnya siswa mendapat fasilitas seperti alat belajar online berupa handphone tablet, namun malah dana dari pusat ini disalahgunakan oknum yang tidak bertanggungjawab. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1