Oknum Kades Toliwada, Wajo Serobot Lahan Warga, Ada Indikasi Dokumen Dipalsukan – Bhayangkara Nusantara

Oknum Kades Toliwada, Wajo Serobot Lahan Warga, Ada Indikasi Dokumen Dipalsukan

 305 total views,  1 views today

OKNUM Kades Toliwada, Wajo terindikasi melakukan penyerobotan lahan warga. Pemilik lahan yang diserobot kebun desa di desa tersebut berharap sang oknum mendapat hukuman atas tindakannya menyerobot dan menyalahgunakan wewenang. Terlebih ada indikasi pemalsuan dokumen kepemilikan lahan desa di Towalida Wajo.

Tudingan penyerobotan lahan milik warga dan pemalsuan dokumen oleh Kades, sebut saja Nurdin Hamzah, itu datang dari H. Ramli, anak dari pemilik sah atas nama H. Jiji, yang mengungkapkan via telepon kepada bhayangkaranusantara.com, Sabtu (10/10/2020).

H. Ramli mengaku, atas perbuatan tersebut Kades Towalida, Nurdin Hamzah telah dilaporkan ayahnya H. Jiji ke Polres Wajo pada 27 Juli 2020 lalu dengan tuduhan penyerobotan tanah miliknya berdasar laporan polisi Nomor 8/263/VII/RES.1.2/2020/Reskrim tanggal 31 Juli 2020.

Dalam konfirmasi H. Ramli berharap, Polres Wajo segera menuntaskan kasus terkait Laporan Polisi (LP) atas tanahnya demi hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Ia merasa sangat prihatin terhadap kondisi tersebut, karena tanah miliknya yang telah digarap dan dikuasai sejak tahun 1989 penuh dengan tanaman jangka panjang seperti mente, mangga dan kelapa yang sudah berumur 31 tahun tanpa izin darinya.

Baca Juga:  Tanggap Darurat Covid-19, Pemdes Lanosi Cek Suhu Tubuh Warga dari Rumah ke Rumah

Oknum Kades Nurdin Hamzah mengakui tanah tersebut sebagai tanah milik aset Pemerintah Daerah (Pemda) Wajo sehingga melakukan pemagaran terhadap objek tersebut.

“Hal ini sudah kami laporkan ke polisi sebagai tindakan penyerobotan dan pemalsuan dokumen yang jauh sebelumnya atas nama H. Jiji bin Semmaila, tiba-tiba muncul atas nama Kebun Desa,” ungkapnya.

Bahkan setelah Ramli telusuri dokumen tersebut di Bapenda, ternyata Pemdes ukur dan mohonkan pada tahun 2017 tanpa pihak Ramli ketahui. Untuk itu Ramli memohon agar pihak kepolisian memberikan keadilan atas tindakan oknum kades tersebut.

Ramli juga sangat kecewa atas tindakan oknum kades yang menurutnya bukan mau memperbaiki, justru karena masalah ini ia sempat melakukan pengrusakan di tanah miliknya berupa kios. Apalagi semua kades sebelumnya tidak ada yang mengakui kalau tanah itu aset daerah. “Dari dasar mana?”

Ramli menambahkan, objek lokasi dimaksud terletak di Dusun Lacori, Desa Towalida, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo yang diklaim sepihak oknum kades tersebut. “Sudah sangat jelas kepemilikannya atas nama keluarga kami secara turun temurun,” ujarnya.

“Kami berharap agar aparat hukum Polres Wajo dapat segera menuntaskan kasus ini. Penyerobotan paksa tanah milik orang tua saya dan pengrusakan kios yang dalam keadaan terkunci milik saudara saya,” tutur Ramli.

Dia berharap, semoga atas laporannya pihak penyidik dari Polres Wajo bersikap tegas menuntaskan kasus ini sampai ke pengadilan. Askar – Sulsel

Komentar Anda

+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0