Nekat Catut Nama Kapolres untuk Peras Bidan, 2 Penipu Dibekuk Polisi | Bhayangkara Nusantara

Nekat Catut Nama Kapolres untuk Peras Bidan, 2 Penipu Dibekuk Polisi

 679 total views

FREDDY Rudi Tulangow MTH (58), pelaku penipuan dan pemerasan dengan modus catut nama Kapolres Tomohon akhirnya dibekuk Tim URC Totosik Polres Tomohon. Pelaku ditangkap di Bundaran Patung Opo Dotu Tololiu, Kelurahan Matani III, Kota Tomohon Jumat (5/3/21) sekitar pukul 15.00 Wita.

Pelaku diketahui warga Jln. Merpati II Blok BP1/4 Bumi Dirgantara Permai Bekasi, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Freddy tertangkap tangan saat akan mengajak korban bertemu untuk menyerahkan uang hasil pemerasan dan berdasarkan laporan Informasi dari Junia Tij Supit (51) selaku korban penipuan dan pemerasan.

Selain Freddy, Tim Totosik juga mengamankan pelaku lain, Romario Mukuan (26) warga Desa Paleloan Lingk. III, Kecamatan Tondano Selatan.

2 Pelaku catut nama Kapolres

Baca Juga:  Sidang Kasus Terorisme Pentolan Neo JI Digelar, Ini Tuntutan JPU

Pihak Polres Tomohon mengungkapkan, penangkapan berawal dari laporan informasi bahwa korban didatangi seseorang yang mengaku dari Polres Tomohon dan orang kepercayaan Kapolres Tomohon yang ditugaskan melakukan penyelidikan terkait situasi di Puskesmas Taratara, tempat korban bertugas selaku tenaga kesehatan bidan.

Selanjutnya korban menghubungi pihak kepolisian melalui Tim Totosik untuk menceritakan masalah tersebut, dan tepat di hari Jumat 5 Maret 2021 sekitar pukul 15.00 Wita, korban mencoba membujuk pelaku untuk datang mengambil sejumlah uang di Tugu Matani.

Apes bagi kedua pelaku, di tempat itu anggota tim sudah tersebar sambil memonitor kedatangan pelaku, yang menurut informasi korban, pelaku menggunakan kendaraan Xenia warna merah No. Pol DB 1967 FB.

Selang setengah jam kemudian, kendaraan pelaku termonitor tiba dan langsung memarkirkan kendaraan di depan salah satu toko meubel. Ketika korban menghampiri mobil tersebut untuk memastikan keberadaan pelaku, saat itu juga tim bergerak melakukan penggerebekan terhadap pelaku Romario di dalam kendaraan.

Berdasarkan keterangan pelaku, masih ada pelaku lainnya yang sedang menunggu di salah satu rumah yang berada di Kelurahan Matani I Kaaten. Selanjutnya tim bersama pelaku Mario langsung bergerak menggunakan kendaraan pelaku menuju lokasi dan berhasil mengamankan Freddy di rumah pacarnya, tanpa perlawanan

Selanjutnya tim melakukan interogasi singkat dan penggeledahan, kemudian membawa pelaku beserta barang bukti ke Mako Polres Tomohon guna penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil interogasi terhadap korban dan pelaku, diketahui korban merupakan ASN Kota Tomohon yang sehari-harinya bekerja di Puskesmas Taratara, Kecamatan Tomohon Barat dan tinggal di rumah dinas puskesmas yang berada di samping bangunan puskesmas tersebut.

Korban menjelaskan, pada Rabu (3/3/21), ia juga mendapat telepon dari Pelaku Freddy yang mengaku dari Tim Investigasi kasus-kasus yang berkantor di Jakarta. Selanjutnya pria tersebut menyampaikan kepada korban untuk bertemu guna membahas permasalahan yang ada di Puskesmas Taratara.

Sehati kemudian, sekitar jam 20.00 Wita, Freddy dan Romario datang dan bertemu dengan korban di tempat tinggal Korban Rudis Puskesmas Taratara. Dalam pertemuan tersebut Freddy memperkenalkan dirinya sebagai Tim Investigasi kasus-kasus yang berkantor di Jakarta dan Romario sebagai asisten.

Usai memperkenalkan diri Freddy menyampaikan kepada korban bahwa Puskesmas Taratara memiliki kasus yang saat ini menjadi atensi dari Polres Tomohon. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya datang bertemu dengan korban karena diperintahkan Kapolres Tomohon untuk melakukan investigasi di Puskesmas Taratara.

Selanjutnya Freddy memberikan tawaran kepada korban apabila korban memberikan uang sebesar 15 juta rupiah kepadanya, maka kasus yang ada di Puskesmas Taratara tidak akan dilaporkan.

Sementara Romario yang merupakan sahabat Freddy diketahui keduanya berkenalan saat kegiatan salah satu LSM. Pada hari Kamis (4/3/21) malamnya Romario dihubungi Freddy dan mereka menuju ke Puskesmas Taratara untuk bertemu dengan korban

Tak hanya itu, Romario juga mendapat perintah dari Freddy untuk selalu menghubungi korban guna meminta uang sebesar 15 juta rupiah sebagai imbalan agar kasus yang ada di Puskesmas Taratara tidak dilaporkan.

Sampai pada waktunya, Jumat (5/3/21) sekira jam 13.00 Wita, Romario akhirnya menghubungi korban untuk segera membawa uang yang diminta ke kompleks Bundaran Tugu Tolulio, Kelurahan Matani Tiga, Kecamatan Tomohon Tengah.

Catut nama Kapolres

Baca Juga:  Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pencurian di Bandara Soetta
Baca Juga:  Kedapatan Miras, Petugas Gabungan Polsek Kepulauan Seribu Utara Amankan Pengunjung di Festival Seribu Utara

Sekira jam 13.30 Wita, Romario datang ke kompleks Bundaran Tugu Tolulio di depan rumah kopi Singgah Sayang) dengan menggunakan mobil dan selanjutnya menunggu di dalam.

Freddy sendiri mengakui perbuatannya dan menyesali, serta membenarkan bahwa ia melakukan hal itu untuk memperoleh keuntungan dalam hal ini sejumlah uang dari korban. Ia juga yang menjadi otak dari kejahatan tersebut dengan merekrut Mario untuk melakukan pemerasaan terhadap korban dengan cara menakut nakuti korban dan mencatut nama Kapolres Tomohon.

Terhadap pelaku, pihak Kepolisian selain telah melakukan penangkapan, penggeledahan dan interogasi singkat juga telah mengamankan pelaku ke Mako Polres Tomohon beserta barang bukti yang disita berupa kendaraan R4 Xenia merah dengan No. Pol DB 1967 FB yang digunakan pelaku serta sejumlah dokumen fiktif dan tanda pengenal serta identitas palsu. Bert/BN01 – TOMOHON

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
3
+1
1
+1
0
+1
0