Miris! Belasan Tahun Desa di OKU Selatan Ini Belum Ada Listrik Memadai

 532 total views

MIRIS, hampir 15 tahun lebih warga Desa Simpang Sender Timur, Kecamatan Buay Pematang Ribu Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan hidup tanpa penerangan akibat belum mendapat pasokan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pantauan media ini di Desa Simpang Sender Timur, sejak tahun 2005 hingga kini sebagian warga hanya memanfaatkan kincir air (turbin) atau generator air sebagai alat penerangan seadanya. Itupun hanya beberapa rumah warga yang dapat dialiri listrik. Lebih miris lagi sebagian warga memakai lampu tempel.

Kepala Desa Simpang Sender Timur, Suharto mengatakan, dirinya terus berjuang untuk masyarakat desanya agar bisa menikmati pasokan listrik dari PLN. Upaya mengajukan permohonan usulan kepada pihak PT. PLN rayon Muaradua dan Pemerintah OKU Selatan sudah dilakukan.

Baca Juga:  Balai PWI Sulut Diserang Orang Misterius, Polda Sulut: Akan Kita Proses
Baca Juga:  Sekolah "ABK" Permata Hati Belum Pernah Dapat Perhatian Pemerintah

“Sejauh ini usulan untuk mendapatkan jaringan Listrik sudah sering saya usulkan kepada PLN dan Pemkab OKU Selatan, namun hingga kini belum ada kejelasan nya,” ucapnya, Kamis (5/5/21).

Lebih jauh Suharto bercerita tentang dirinya yang merasa lelah mengupayakan kepada pihak PLN karena sudah sekian kali dan berulang ulang, namun belum mendapat respon hingga saat ini

“Lelah saya Pak, sudah sering kami ajukan meminta jaringan, kasihan masyarakat saya tidak seperti daerah lainnya yang sudah menikmati listrik. Kami merasa belum merdeka dan masyarakat saya tidak bisa melihat perkembangan informasi saat ini,” kata Suharto.

Ia menambahkan, daerahnya terisolir sudah hampir 15 tahun lebih sedangkan desa tetangga seperti Desa Simpang Sender Selatan sudah menikmati. “Padahal desa kami berdekatan,” terang Suharto.

Suharto mengungkapkan, dirinya sedih melihat kondisi warganya saat ini, mereka hanya mengandalkan lampu minyak tempel dan kincir air sebagai alat penerangan lampu.

“Itupun terbagi hanya bisa lima rumah yang bisa menggunakan dan terang lampu pun tergantung akan debit air, kalau debit airnya deras otomatis lampunya terang,” ujarnya.

Apalagi ketika kemarau tiba, lanjutnya, maka lampu sangat redup suasana desa gelap gulita, kincir air maupun generator air hanya bisa digunakan untuk lampu saja tidak bisa digunakan untuk lainnya seperti menghidupkan televisi.

“Saya berharap semoga pihak PLN dan pemerintah daerah segera mendengarkan keluhan kami ini agar warga Desa Simpang Sender Timur bisa merdeka layaknya masuk saat ini,” tutupnya Suharto. Liskardi-Okus

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0