Menyingkap Tabir Misteri Kematian Mantan Kaban BPBD Minahasa Selatan | Bhayangkara Nusantara

Menyingkap Tabir Misteri Kematian Mantan Kaban BPBD Minahasa Selatan

 172 total views

TRAGEDI kematian mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Minahasa Selatan (Minsel), Almarhum Ir. Ruddy Tumiwa yang diduga mati gantung diri tak wajar masih menyisakan duka yang mendalam di pihak keluarga, anak dan istri almarhum.

Peristiwa gantung diri almarhum terjadi pada 16 Maret 2021 di kediamannya di bilangan Desa Tumpaan, Jaga Dua, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) membuat masyarakat setempat gempar menyaksikan peristiwa tersebut.

Dunia media sosial saat itu dibanjiri status dan komentar dari para netizen seputar peristiwa bunuh diri mantan Kadis PUPR Kabupaten Minahasa Selatan itu.

Beragam tanggapan pun bergulir, ada yang menyebut gantung diri tidak wajar ada pula yang mengaitkan persoalan dugaan penyalahgunaan dana Covid-19.

Apapun komentar yang disuarakan warga tentang peristiwa tragis yang menimpa almarhum, ada seberkas cahaya terang yang coba diungkap media bhayangkaranusantara.com Sulut seputar tabir misteri kematian almarhum.

Baca Juga:  Video Viral Suami Tangkap Basah Istri Bersama Pria Lain di Kamar Berlanjut di Propam, Si Pria Diduga Oknum Polisi
Baca Juga:  HUT Kemerdekaan RI ke 75, Kajati Sulut: "Mari Kita Bangkit Bersama"

Berkat adanya data, fakta maupun informasi dari sejumlah pihak, termasuk kesaksian (testimoni) anak semata wayang almarhum Ruddy Tumiwa berinisial BT, sedikit demi sedikit mulai terkuak.

“Ayah saya patut diduga bunuh diri tidak wajar, mengapa batang leher ayah saya patah, kaki kiri patah, darah mengucur dari hidung hingga membasahi baju dinas yang beliau pakai saat ditemukan pertama kali oleh sepupu saya VP di tempat kejadian,” ungkapnya.

Hal aneh lainnya, mobil pribadi yang ayahnya gunakan terparkir di depan rumah dengan kunci mobil masih menancap di starter mobil, dan tidak ada kebiasaan ayahnya meninggalkan mobil dengan kunci yang masih tertancap.

“Lebih mengejutkan lagi, kami menemukan bercak-bercak darah di tempat duduk belakang mobil, aneh. Adakah orang yang mau berencana bunuh diri tapi terlebih bunuh diri di dalam mobil kemudian gantung sendiri di tali gantungan? Mustahil orang sudah mati lalu gantung diri sendiri,” kata BT.

Baca Juga:  Miris Lihat Keluarga Lansia di Lampung Tengah, Ketua DPD PBB Lampung "Turun Gunung"

“Mengapa kaki kiri ayah saya patah, dan tulang batang lehernya patah, mengucurkan darah dari hidung hingga membasahi lantai, mengapa pula di mobil pribadi ayah saya yang dia gunakan saat itu ditemukan bercak-bercak darah di tempat duduk belakang mobil, benarkah ayah saya bunuh diri wajar?” tanyanya lagi.

Sementara itu, keterangan penting lainnya yang diungkap BT, anak almarhum, sesungguhnya pada 17 Maret 2021 ayahnya akan didengar kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Manado sebagai saksi terhadap dugaan penyalahgunaan dana Covid-19.

Namun naas, ayahnya belum sempat bersaksi, nyawanya melayang, tewas menggenaskan. Ada apa di tali gantungan satu hari sebelum bersaksi di pengadilan?

Diduga, korban dihabisi terlebihi dulu dan untuk menghilangkan jejak, jasadnya digantung untuk memberi kesan almarhum bunuh diri terkait dugaan penyalahgunaan dana Covid-19. Hal itu terungkap lewat wawancara wartawan media ini melalui fasilitas WhatsApp pada Selasa (4/5/2021).

Sambil tersedu-sedu BT berharap tabir misteri kematian ayahnya segera terungkap. “Saya berharap Kapolres Minahasa Selatan dapat menjelaskan secara terang-benderang tentang penyebab kematian ayah saya,” ujarnya.

Secara terpisah, sejumlah paramedis ketika dimintai tanggapan seputar kematian almarhum yang meninggal dunia di tali gantungan, secara kasat mata saat melihat foto-foto almarhum mengatakan, almarhum diduga bunuh diri tidak wajar, seraya meminta identitasnya dirahasiakan.

Upaya konfirmasi juga dilakukan ke Kepala Bidang Hubungan masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulut via fasilitas WhatsApp mengenai peristiwa tersebut. Namun hingga berita ini tayang, pihak Polda belum memberikan tanggapan.

Demikian pula dengan Kapolres Minsel, wartawan media ini mengalami kendala karena sampai saat ini belum mendapatkan kontak personnya. John-Sulut

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0