Mbah Kasim Gugat Saudara Kandung, Penyebabnya... | Bhayangkara Nusantara

Mbah Kasim Gugat Saudara Kandung, Penyebabnya…

 324 total views

MBAH Kasim (70) dan Muntamah, dua dari anak almarhum Ali Ngadimah, warga Dukuh Madaran, Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah saling berseteru. Penyebabnya soal hak waris.

Ali Ngadimah yang sudah wafat dan meninggalkan beberapa bidang tanah, yakni hak waris berupa tanah seluas 3.700 meter persegi yang berlokasi di Jalan Lingkar Utara Kudus, tanpa sepengetahuan Mbah Kasim telah dikuasai saudara kandungnya, Muntamah.

Menurut Mbah Kasim, hak waris peninggalan orangtua mereka seharusnya dibagi rata. “Tapi kenapa tiba-tiba saya pulang dari perantauan sudah dikuasai kakak saya Muntamah, saya meminta hak saya dari orangtua kandung saya,” kata Mbah Kasim, kepada bhayangkaranusantara.com, Jumat (19/2/21)

Didampingi kuasa hukumnya, Azis Muslim, SH dan Rekan dari Purbalingga, Mbah Kasim ingin meminta hak waris dari orangtuanya dan meminta penjelasan dari lurah setempat terkait asal-usul sertifikat atas nama sang kakak,

“Saya tidak pernah dimintai tandatangan atau diajak bicara, namun kok bisa akhirnya keluar sertifikat tanah yang seharusnya ada bagian saya tersebut,” urai Kasim.

Mbah Kasim Gugat Saudara Kandung, Penyebabnya...

Baca Juga:  Serma S. Polo dan Bripka Berthes Menjawab Keresahan Warga Pondok Gede
Baca Juga:  Oknum Kades Toliwada, Wajo Serobot Lahan Warga, Ada Indikasi Dokumen Dipalsukan

Menurut Mbah Kasim, tanah yang dikuasai saudara kandungnya Muntamah sudah dibagikan kepada anak-anaknya.

Sementara Kuasa Hukum Azis Muslim menuturkan, sebenarnya sejak tahun 2020 Kasim sudah mencoba untuk meminta hak tanah waris tersebut ke kakaknya Muntamah, namun tak pernah ditanggapi.

Dari dua bersaudara ahli waris tersebut, tinggal Mbah Kasim yang belum mendapatkan hak. Tiba-tiba tanah yang sedianya dibagi berdua dengan Muntamah beralih nama kepemilikan Muntamah semuanya. Kasim berharap dari pihak desa bisa membantu untuk mencari solusi terbaik tanpa ada yang dirugikan

Oleh karenanya, kata Azis, pihaknya membantu untuk meminta keterangan dari kelurahan setempat untuk mengeluarkan surat ketetapan mengenai petok D atau Letter C dan dipertemukan kedua belah pihak untuk dimediasikan bagaimana riwayatnya dan sampai terjadi pembuatan sertifikat.

Sementara, Kades Mijen, Wahyu Singgih Jatmiko sudah berjanji pada Senin (22/2/21) akan mempertemukan kedua belah pihak agar ada kesepakatan. “Agar kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan,” ujarnya. Tim BN – Jateng

Komentar Anda
+1
0
+1
4
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0