Mau Buat Kejahatan di Jakarta Pusat? Siap-Siap Berhadapan dengan Sosok Ini…

Mau Buat Kejahatan di Jakarta Pusat? Siap-Siap Berhadapan dengan Sosok Ini…

 260 total views,  7 views today

NAMA Hengki Haryadi memang sudah tidak asing lagi di lingkungan Polri, terutama di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Perwira berpangkat Kombes Polisi ini punya catatan prestasi yang patut diacungi jempol selama dua tahun menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, sejak Oktober 2017 hingga Desember 2019.

Dalam kurun waktu itu, para pelaku kejahatan, mulai dari kelas cere sampai kakap pun dibuat segan ketika berurusan dengan Hengki dan jajarannya. Sebut saja preman kelas kakap fenomenal Hercules yang sempat beberapa kali dilumpuhkan kegiatannya oleh Hengki.  

Kini, Hengki yang menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri kembali menjadi komandan wilayah setelah ditunjuk Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat menggantikan Kombes Polisi Heru Novianto.

Baca Juga:  Kompol Aditia, Pertaruhkan Jiwa Raga Untuk Menjaga Kamtibmas

Bagi Hengki sendiri menjadi pemimpin di wilayah kota terlebih Provinsi DKI Jakarta bukanlah hal baru baginya. Saat memimpin Polres Metro Jakarta Barat, segudang prestasi ia torehkan, mulai dari mengatasi premanisme hingga membongkar jaringan narkoba internasional bersama penegak hukum narkoba dari Negeri Paman Sam, yaitu Drug Enforcement Administration (DEA).

Kembalinya Hengky memimpin wilayah, tentunya menjadi warning buat para pelaku kejahatan di Jakarta, khususnya wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat yang saat ini akan dipegangnya.

Kombes Pol. Hengky, mengenyam pendidikan selama sembilan bulan lamanya di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimpti) Polri ke-29. Tak hanya saat menjadi pemimpin, ketika menjadi peserta didik di sekolah untuk menempa para calon pimpinan tinggi Polri itu pun, ia membuktikan dirinya sebagai taruna yang brilian dengan menjadi lulusan terbaik di angkatannya.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1996 itu dapat dikatakan memiliki spesialisasi dalam satuan reserse. Jabatan pimpinan yang diemban olehnya pertama kali dirasakannya di kampung halamannya Lampung. sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tulangbawang.

Setelah itu, Hengki dipindahtugaskan menjadi Kapolsek Teluk Betung Selatan, lalu berpindah tugas lagi menjadi Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung dan terakhir memegang jabatan Kanit Jatanras Polda Lampung.

Di 2010, Hengki mengawali tugasnya di Kota Metropolitan DKI Jakarta. Jabatan pimpinan pertamanya di Jakarta sebagai Kapolsek Metro Gambir. Tak lama setelah itu, Hengki menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Baca Juga:  Mendagri Tunjuk Kepala Badan Litbang Kemendagri Sebagai Pjs. Gubernur Sulut

Menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, menjadi moment yang sangat menentukan karirnya. Saat itu Hengki harus berhadapan dengan preman kelas kakap. Sebut saja Rosario de Marshall yang akrab dikenal dengan nama Hercules.

Hengki bersama tim Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat pada 2013 itu, berhasil melibat Hercules Cs karena kerap memeras dan melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kemudian pada September 2014, namanya semakin berkibar dan dipercayakan untuk menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok hingga 2016. Pada saat itu Hengki membekuk oknum dari Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Priok karena menipu importir truk. Tak hanya itu, jajaran Polres Tanjung Priok juga berhasil menggagalkan penyelundupan barang ilegal dari Singapura senilai Rp. 4,2 miliar.

Usai menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Hengki pun dipindahkan ke Polda Metro Jaya pada 2016 dan memegang jabatan sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Namun setahun kemudian dia kembali dipindahtugaskan menjadi Kepala Subdit I Dittipideksus Bareskrim Polri.

Tak lama di posisi itu, akhirnya Hengki ditunjuk menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat pada Oktober 2017. Di awal kepemimpinannya menjaga Jakarta Barat, Hengki banyak mengungkap komplotan pencuri tenda oranye dan memastikan komplotan itu mendapatkan ganjaran hukum yang setimpal.

Dari itu, Hengki mendapat penghargaan dari Kementerian PUPR karena salah satu pejabat dari Kementerian PUPR juga merupakan korban pencurian dari komplotan “Tenda Oranye”.

Di akhir 2018, Hengki kembali harus berhadapan dengan Hercules karena residivis itu terbukti mengintimidasi dan menyebarkan ketakutan kepada warga Kalideres saat mencoba menguasai lahan milik warga. Dan, Hercules pun berhasil kembali dijerat hukum. Personel di bawah pimpinan Hengki berhasil mengungkap perbuatan Hercules yang merugikan masyarakat di Kalideres.

Usai berhadapan dengan Hercules, Hengki pun mengungkap kasus-kasus narkoba mulai dari jenis ekstasi, sabu dan ganja. Mulai dari yang dibuat secara rumahan hingga terhubung dengan jaringan internasional.

Baca Juga:  Ketua Umum Lembaga Tatar Sunda dan Team Kunjungan ke Kampung Sunda Siliwangi

Di bawah bimbingan Hengki, Polres Metro Jakarta Barat pun akhirnya berkolaborasi dengan penegak hukum narkoba dari Amerika Serikat, yaitu DEA pada pertengahan 2019. Hasilnya, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap penyelundupan sabu asal Amerika dengan modus bungkus kopi seberat 28 kilogram.

Hengki mengemban tugasnya sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat hingga Desember 2019 dan melanjutkan pendidikan di Sespimpti Polri selama 9 bulan. Usai lulus Sespimpti Polri dan menjadi lulusan terbaik, dia pun bertugas di Mabes Polri menjadi Analis Kebijakan Madya bida Pideksus Bareskrim Polri.

Namun di pertengahan November 2020 tepatnya 16 November 2020, telegram Kapolri dengan nomor ST/3222/XI/KEP./2020 terbit, salah satu butirnya berisi diangkatnya Hengki dalam jabatan baru sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. BN01/Berbagai Sumber – JAKARTA

Komentar Anda
Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
error: Content is protected !!