Masyarakat Temiyangsari, Indramayu Ungkap Dugaan Penguasaan Lahan Tanpa Hak | Bhayangkara Nusantara

Masyarakat Temiyangsari, Indramayu Ungkap Dugaan Penguasaan Lahan Tanpa Hak

 487 total views

DUGAAN penguasaan lahan tanpa hak yang terjadi di Blok Mungkuk, Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mulai terbongkar. Belakangan diketahui lahan tersebut telah dikuasai seseorang bernama Rois.

Drs. Heru Irianto, salah seorang warga Desa Temiyang Sari kepada awak media bhayangkaranusantara.com membenarkan hal tersebut. “Ya betul, lahan tersebut setahu saya milik Pak Rusli, dan kenapa dia berani menguasai lahan tanpa hak, Ini jelas gak benar,” ungkap Heru beberapa waktu lalu.

Bahkan, lanjut Heru, dirinya sudah memiliki bukti bahwa lahan tersebut milik Rusli. “Ini bukti putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Indramayu dan surat kepemiilikan lainnya,” ucapnya.

Heru sendiri merasa kaget jika lahan tersebut digali memakai alat berat untuk dijadikan sawah tanpa ada koordinasi pemilik lahan dan dibuang mobil pengangkut tanah (dumptruk) sudah selama hampir satu minggu ini.

Masyarakat Temiyang Sari, Indramayu

Baca Juga:  Polsek Kroya Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir
Baca Juga:  Warga Drunten Wetan Indramayu Protes Pilkades, Aparat Desa Terindikasi Tidak Netral

“Ini bukti hasil keputusan dari PN Indramayu dengan Nomor 25/Pdt.G/2017/PN.Idm, akan tetapi beliau (Rois-red.) bersikeras tetap menguasai lahan tersebut,” jelas Heru Irianto.

Rois selaku penggarap lahan saat dihubungi membantah tudingan bahwa lahan tersebut bermasalah. “Itu tidak benar, saya menggarap lahan ini sudah cukup lama. Sekiranya ada orang yang mengakui lahan ini, coba buktikan kepemilikannya,” tandas Rois.

Menurut Rois, tanah ini sudah turun temurun dari almarhum kakeknya Landam diwariskan kepada Bapaknya Carmad, yang sekarang turun kepada kakaknya Sumanta. “Awal saya menggarap lahan ini dari kakak saya Sumanta pada tahun 1990 sampai sekarang,” ucap Rois.

Untuk itu Rois juga meminta kepada pemerintah daerah untuk legalitaskan tanah ini, karena bukan dirinya saja, tetapi banyak bahkan ratusan hektar yang menggarap lahan seperti ini.

“Kalau bisa masyarakat di sini jangan seperti sapi perah, mengaku-ngaku juasa dari ini dan  itulah, karena lahan ini sesuai dengan Letter C Desa Temiyangsari punya Siti Fatimah,” tambah Rois

Rois sendiri mengaku menggarap lahan tersebut berdasarkan SPPT atas nama Sumanta/Siti Fatimah dan siap membuktikan surat itu ada. “Makanya saya berani garap lahan ini dan sudah hampir puluhan tahun,” tutur Rois, seraya memgaku menggarap lahan ini seluas kurang lebih 1 hektar.

Baca Juga:  Pekerjaan Pembangunan di Desa Ini "Kangkangi" Permendes, Ada Indikasi Penyimpangan Dana Desa?

“Jadi sekiranya ada yang mengaku dari Jakarta memiliki lahan ini, saya minta datang ke sini dan klarifikasi di Kantor Desa Temiyangsari,” ucap Rois menantang.

Masyarakat desa sendiri dibuat bingung atas bukti sah kepemilikan tanah yang menjadi rebutan di blok tersebut. Kini mereka berharap pihak terkait bisa segera turun dan meluruskan atas hak tanah yang menjadi sorotan publik ini agar tidak ada yang dirugikan dan dimanfaatkan oleh salah satu oknum. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
+1
1
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0