Marak Dugaan Penyalahgunaan Dandes, Kejari Sangihe "Warning" Siapkan Ini | Bhayangkara Nusantara

Marak Dugaan Penyalahgunaan Dandes, Kejari Sangihe “Warning” Siapkan Ini

 106 total views

DUGAAN penyalahgunaan dana desa (dandes) kembali marak dibicarakan. Sejumlah kapitalaung alias kepala desa terindikasi lakukan penyimpangan pengelolaan dana tersebut. Sikapi masalah ini, Kejari Kepulauan Sangihe siapkan agenda turun lapangan lakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah desa.

Penyalahgunaan dandes kembali menjadi trending topik yang hangat dibicarakan publik khususnya di Kabupaten Sangihe. Persoalan ini terungkap saat Kajari Kepulauan Sangihe, Yunardi, SH, MH menjadi pemateri terkait tata kelola dana desa di hadapan seluruh kades, lurah dan camat se-Kabupaten Sangihe, Jumat (9/4/21) di Papanuhung Santiago Tampungan Lawo (runjab bupati) Sangihe di Tahuna.

Dalam kesempatan itu Yunardi mengingatkan kepada semua kades agar segera memperbaiki kekeliruan dalam pengelolaan dana desa.

Baca Juga:  KTI Taruna Amanah Soroti Bansos Pangan Kabupaten Wajo Tahun 2019
Baca Juga:  Lalu Winengan, HK: "Deklarasi KAMI tidak Boleh Ada Atribut NU"

“Dalam waktu dekat saya akan agendakan sidak ke beberapa desa yang diduga kuat bermasalah dengan pengelolaan keuangan di desanya. Saya sudah berkoordinasi dengan Kadis PMD untuk membentuk tim terpadu yang terdiri dari unsur kejaksaan, Dinas PMD, kepolisian bahkan teman teman para penggiat anti korupsi seperti LSM dan pers akan kami libatkan,” kata Kajari Sangihe.

Ditegaskanya, sasaran sidak ini agar setiap kepala desa dapat menyiapkan diri untuk pengelolaan dana desa yang lebih baik. Kuncinya adalah setiap kades harus memahami prinsip-prinsip pengelolaan dana desa yaitu, transparan, akuntabel dan tertib administrasi. “Jika hal-hal ini tidak dipahami pasti terjadi penyimpangan,” kata Yunardi.

Ditambahkannya bahwa kapitalaung atau kades harus menguasai semua aturan yang ada terkait pengelolaan anggaran dan hal yang paling penting adalah bagaimana mengubah mainset kepala desa bahwa uang itu adalah uang negara bukan uang milik kapitalaung.

“Dalam pengelolaan dana desa, kapitalaung juga harus melibatkan seluruh aparat desa agar lebih transparan,” tegas Kejari Kepulauan Sangihe kepada sejumlah wartawan usai kegiatan sosialisasi.

Di akhir wawancara, Yunardi memberikan apresiasi positif kepada masyarakat maupun para aktivis penggiat anti korupsi Sangihe dalam partisipasinya mengawal bersama pengelolaan dana desa. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
2
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0