Maling Motor di Pasar Plara Beridentitas Wartawan? Ini Penjelasan Kasatreskrim Polres Sukabumi

 74 total views

VIRALNYA video aksi massa hakimi pelaku curanmor berKTA dan surat tugas wartawan yang saat itu hendak melakukan aksinya di Pasar Plara Pelabuhan Ratu membuat rusak profesi jurnalis.

Guna memperbaiki nama baik profesi wartawan dan perusahaan pers, Redaksi Media Buser Bhayangkara TV (BBTV) sebagai pihak yang dirugikan menyambangi Mapolres Sukabumi, Selasa (18/5/21) untuk meminta klarifikasi.

Seperti diketahui, saat dihakimi massa dari pelaku didapati barang bukti berupa kunci Leter ‘T’ dan bukti lain berupa surat tugas/KTA media BBTV sebelum diserahkan kepada pihak yang berwajib.

Kasatreskrim Polres Sukabumi Rizka Fadila, S.H, S.I.K didampingi penyidik mengakui, barang bukti lainnya yang diterima pihak kepolisian ada surat tugas.

Baca Juga:  Pelaku Curanmor Dimassa Warga, Viral Ada Surat Tugas "W", Pemrednya: "Pemalsuan"
Baca Juga:  Wacana DPR Bubarkan BNN, Arman Depari: "Silahkan Bubarkan, Sekalian Anggota di Dalamnya Dibakar dan Dikremasi"

“Terjadi pada Minggu (16/5/21) sekira pukul 11.00 Wib siang di Pasar Palara Pelabuhan Ratu, Tim Polsek Pelabuhan Ratu mangamankan 1 pelaku berinisial HS. Adapun yang bersangkutan bukan merupakan anggota dari media atau wartawan manapun,” ungkapnya Kasatreskrim.

Selain pencemaran nama baik media BBTV, pelaku juga telah merusak reputasi beberapa organisasi media. Pasalnya dalam surat tugas tersebut tercantum beberapa logo nama Lembaga di antaranya, FPII, FPRN, Puskominfo Indonesia dan Cyber88.

Sebelumnya, Pemimpin Redaksi Media BBTV, Sahri R (Qthink Cakrawala) dalam klarifikasinya kepada media secara online menyatakan menegaskan bahwa surat tugas tersebut palsu.

Tak sampai di situ, selaku Pemimpin Redaksi ia juga menginvestigasi langsung ke lokasi tempat pelaku HS ditahan guna mengkonfirmasi pelaku dan menjelaskan kepada publik.

Pengakuan HS, pembuatan surat tugas yang dibawanya dibeli dengan harga Rp. 200.000 dari seorang oknum. “Jelas surat tersebut bukan dari Redaksi Pusat atau dipalsukan,” kata Sahri.

Dijelaskan juga perihal Nomor ID dan Kode pembuatan KTA/Surat Tugas secara detail lengkap dengan identitas nama anggotanya. “Saya tahu mana yang asli dan yang dipalsukan banyak kejanggalan dari kode-kode ketikannya,” ungkapnya. Pungkasnya. BN01 – Jabar

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0