Lahirnya Pancasila Bangkitkan Semangat Perempuan Bekasi untuk Pembangunan

 221 total views

PERUBAHAN iklim dan pandemi Covid-19 membangkitkan semangat perempuan Kota Bekasi untuk lebih serius mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan, sesuai dengan kelahiran Pancasila dengan cara yang luar biasa.

Hal ini disampaikan Bendahara DPD Partai Berkarya Kota Bekasi, Yeyen kepada bhayangkaranusantara.com di Monumen Pancasila, Jakarta, Selasa (1/6/21), tepat di Hari Lahirnya Pancasila.

“Perempuan Indonesia punya kepentingan dalam pembangunan sebagai kunci untuk memastikan aktivitas perekonomian, produksi dan konsumsi yang dilakukan secara berkelanjutan. Sebagai wujud dalam setiap perjuangan apa pun, selalu ada sosok wanita,” ujarnya.

Momentum Hari Lahirnya Pancasila yang dilaksanakan di depan patung Pahlawan Revolusi, masih dalam suasana lebaran, dimanfaatkan juga olehnya sebagai ajang silaturahmi dan halal bihalal.

Baca Juga:  Bupati Luwu Timur: Bantuan Keuangan Desa Diharapkan Mampu Optimalkan Pembangunan Desa
Baca Juga:  Live Streaming, AA-RS Peringati Hari Lahir Pancasila Bersama Presiden RI

Di momentum ini Yeyen juga ingin mewujudkan perempuan di Kota Bekasi tetap mendukung dan mengingat sejarah perjuangan pahlawan dari tujuh Jenderal demi mempertahankan NKRI dan Pancasila.

Yeyen mengatakan, perempuan Indonesia harus kuat, khusus di Kota Bekasi harus mampu menguasai dalam bidang apapun. “Jangan pernah putus asa, tingkatkan perekonomian keluarga walaupun pada masa sulit seperti ini, yang kita tahu pandemi ini belum berakhir,” imbuhnya.

Perempuan di Kota Bekasi menurut Yeyen adalah sebagai inspirasi, membuat kebahagian dan bisa mewarnai kemajuan dalam segala bidang.

Ia memandang, langkah-langkah fundamental harus diterapkan untuk memastikan tercapainya pemberdayaan perempuan indonesia sebagai mobilisasi pendukung ketahanan NKRI dalam segala bidang.

Dalam kunjungannya ke komplek Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya tersebut, Yeyen bersama rombongan Wanita Berkarya (wanita Partai Berkarya) disambut Mayor Muhammad Basri, S.Pd dan diajak berkelilling komplek.

Dalam kesempatan itu Mayor Basri menerangkan secara detail tentang terjadinya peristiwa G.30/S/PKI. Terlihat wajah-wajah perempuan Berkarya Kota Bekasi meneteskan air mata mendengar cerita sang Mayor.

Mereka membayangkan penyiksaan yang sangat pedih atas kekejaman yang dilakukan kepada tujuh Jenderal di Lubang Buaya hingga dimasukan ke sumur tua sedalam 12 meter dan diameter lubang 75 cm.

Seluruh kegiatan peringatan Hari Pancasila Perempuan Berkarya Kota Bekasi di Monumen Pancasila Sakti berjalan baik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Yusup Bahtiar -Jakarta

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0