Lagi, Oknum Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan, Konsumen Terpaksa Jalan Kaki

 2,336 total views

LAGI, oknum debt collector menarik secara paksa kendaraan bermotor roda dua di jalan, tepatnya di Jalan Raya Kesambi, Cirebon. Salah seorang korban tarik paksa, sebut saja Yanto Hermanto, warga Blok Prempu 1, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat membenarkan kejadian itu.

“Ya, waktu itu saya kredit kendaraan sepeda motor Honda Vario 150 CC pada sebuah perusahaan leasing BFI Finance Cabang Indramayu pada tahun 2015, dan tinggal 7 bulan lagi. Namun pembayaran saya macet karena usaha saya bangkrut. Niat saya mau saya cicil hutang saya sampai lunas, ” ungkap Yanto Hermanto kepada media ini.

Namun, kata Yanto, seminggu yang lalu saat dirinya sakit dan mengajak keponakan untuk berobat ke salah satu rumah sakit di Kota Cirebon, nasib berkata lain. Ia diberhentikan dan dirampas motornya secara paksa oleh sekelompok orang tak dikenal yang mengatasnamakan debt collector dari sebuah perusahaan leasing, sebut saja BFI Finance.

“Saya diancam, ditakut-takuti bila tidak menyerahkan kendaraan sepeda motor  yang saya tumpangi pada oknum eksternal atau debt collector tersebut. Saat itu mereka lebih dari dua orang,” ungkap Yanto sembari menangis saat mengutarakan kepada media ini.

Oknum Debt Collector Tarik Paksa Motor

Baca Juga:  Program P3 TGAI di Indramayu Terindikasi Jadi Ajang Korupsi, Tak Tersentuh Hukum?
Baca Juga:  Wali Murid SDN 6 Gabuskulon Angkat Bicara, Keberatan Adanya Pungli

“Saya bersama keponakan saat itu berangkat ke Cirebon hendak berobat di Rumah Sakit Gunung Jati. Tiba-tiba saya diikuti pengendara sepeda motor orang tak dikenal. Lalu melewati dan memberhentikan saya,” ucap Yanto.

Saat itu juga, pelaku langsung merampas kunci dan menyuruh Yanto ikut ke kantor oleh oknum collector tersebut. “Lalu saya disuruh ke kantor leasing BFI Finance yang beralamat di Jalan Tufarev Raya, Cirebon Kota,” kata Yanto.

Sesampainya di kantor BFI Finance, kendaraan sepeda motor miliknya, Honda Vario 150 CC dimasukkan ke dalam, dan Yanto dipaksa menandatangani secarik kertas oleh oknum tersebut. “Akhirnya saya pulang dengan keponakan penuh rasa kesal bercampur sedih,” ungkap Yanto.

“Dalam hati saya, kepada siapa harus mengadu. Sedangkan harta yang saya miliki cuma motor dan sekarang dirampas oleh kekejaman sekelompok oknum debt collector yang tidak ubahnya seperti begal jalanan,” tuturnya.

Seminggu kemudian, Yanto dan keponakanya didampingi media bhayangakaranusantara.com mendatangi kantor leasing BFI Finance di Kota Cirebon Jalan Tuparev Raya, Sabtu (6/3/21) dan bertemu dengan karyawan leasing BFI Finance bernama Asep.

“Ya, motornya masih ada di sini. Tapi tidak bisa dilihat dulu. Kalau Bapak mau ambil, silakan dengan Pak Rio,” kata Asep, Collector bagian WO saat dikonfimasi. “Hari Senin saja ke sini lagi, langsung saja sama beliau yang bagiannya. Kalau saya gak berani,” tandasnya.

Melihat banyaknya pembegalan berkedok debt collector yang merampas hak para konsumen, Yanto berharap para penegak hukum segera mengambil tindakan, agar tercipta rasa keadilan bagi masyarakat yang mempunyai masalah kredit pada leasing atau finance. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
2
+1
2
+1
2