Lagi, Kecamatan di Kabupaten Bangkalan Dapat Bantuan Bumil dari Zaezura | Bhayangkara Nusantara

Lagi, Kecamatan di Kabupaten Bangkalan Dapat Bantuan Bumil dari Zaezura

 427 total views

TIGA kecamatan di Kabupaten Bangkalan, di antaranya Kecamatan Trageh, Kwanyar dan Modung mendapat bantuan sebanyak 36 paket untuk ibu hamil (bumil) dari Baznas Kabupaten Bangkalan, Selasa (3/11/20).

Bantuan dibagikan langsung oleh istri Bupati Bangkalan Zaenab Zuraidah Latif, SE selaku Ketua TP PKK Bangkalan yang telah bekerjasama dengan Baznas untuk penyalurannya.

Di Kecamatan Trageh, Zaenab yang akrab disapa Zaezura disambut Camat Trageh Husin Jamili, SP, MM dan Kepala Puskesmas Joko Ali Putro, Skep, Nurs didampingi Bhabinkamtibmas Polsek Trageh Susilo Tri, SH ke Desa Banyubesi dan Karang Leman.

Baca Juga:  Bantuan Baznas Kabupaten Bangkalan untuk Bumil Sasar Wilayah Perbatasan

Sedangkan di Kecamatan Kwanyar ia disambut Camat Kwanyar Drs. Hairur Rakhman, MM beserta Ketua TP-PKK Kecamatan Sri Fadjar Rahayu, SE.

Sementara Kapolsek Kwanyar AKP Andy Bakhtera I. J, SE, SH, MH, Kepala Puskesmas Ns Moh Toha, S.Keb, MM, Bidan Kordinator Ida Dwi Hapsari, Sst ikut mendampingi ke Desa Pesanggarahan dan Karang Anyar.

Di Kecamatan Modung, Zaezura disambut Camat Modung Heri Arifin, SH dan Ketua TP-PKK Kecamatan Sumayyah, Kepala Puskesmas Modung Yoyok Hadi Sasono, Amd Kep, Kepala Puskesmas Kedungdung dr. Ratna Erianti Nurgroho Rini dan Bidan Kordinator Sumiati, Amd, Keb ke Desa Langpanggang dan Pangpajung.

Masing-masing kecamatan mendapatkan sembilan paket bumil, namun untuk Kecamatan Modung mendapat 18 paket bumil karena ada dua puskesmas di kecamatan tersebut.

“Ini bentuk silaturahim saya kepada masyarakat secara langsung, saya menyalurkan sendiri di setiap kecamatan dan desa. Selama salurkan bantuan paket bumil ini, manfaat besarnya saya bisa langsung ketemu dengan bidan kordinator dan bidan desa untuk memberikan semangat dalam bertugas,” kata Zaezura.

Lebih dari itu menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil hingga melahirkan agar tetap terpantau dan terdata tumbuh kembangnya, sehingga data tersebut naik ke bikor, puskesmas sampai ke dinas kesehatan.

“Dengan begitu, apa yang menjadi kebutuhan pemerintah mengetahui untuk bisa diprioritaskan dalam program kerja,” ujar Zaezura. Waid/MCM – Bangkalan

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0