Lagi, Begal Berkedok Debt Collector Rampas Motor di Jalan Raya, Ini Modusnya…

 736 total views

KASUS begal sepeda motor berkedok profesi debt collector atau tukang tagih eksternal dari perusahaan pembiayaan (leasing) untuk mengelabui nasabah kredit motor baru maupun bekas belakangan memang marak dibicarakan masyarakat.

Bagi masyarakat, saat ini mendengar istilah debt collector memang sudah tidak asing lagi. Profesi ini seakan jadi momok yang menakutkan bagi masyarakat pengguna kendaraan.

Ini lantaran jasa penarikan kendaraan roda dua dan empat bagi nasabah yang bermasalah dalam pembayaran alias menunggak (kredit macet) pada sebuah finance leasing tersebut kerap bersentuhan dengan tindakan kriminal.

Salah satunya terjadi pada korban penarikan paksa di Jalan Raya Kandanghaur, tepatnya di depan pom bensin Cilet, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (19/3/21) sekitar pukul 14 00 Wib.

Baca Juga:  Empat Orang Sembuh dari Covid-19 di Klaten, Tambah Satu Pasien Positif Baru
Baca Juga:  Wow, Luwu Timur Memprihatinkan... Kasus Covid -19 Meningkat

Korban yang merupakan warga Desa Sidamulya, Blok Krasak, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, tiba-tiba diberhentikan saat melintas di Jalan Raya Kandanghaur dan dikejar sekelompok orang tak dikenal dengan memakai sepeda motor.

Korban sebut saja Asep Saefudin, awalnya berangkat dari kediaman menuju rumah kerabatnya di Desa Karanganyar, Blok Cilet. Namun tiba-tiba korban diadang oleh 6 gerombolan orang tak dikenalnya di jalan tersebut.

“Ya, saya dikejar dan diberhentikan tiga sepeda motor yang jumlahnya enam orang di depan pom bensin Jalan Raya Kandanghaur, rencana mau main ke rumah teman,” kata Asep Saefudin.

Selanjutnya, korban mengaku dipaksa untuk menyerahkan sepeda motor yang dipakainya dengan alasan sudah nunggak pembayaran selama 5 bulan di perusahaan pembiayaan FIF (PT. Federal International Finance).

“Lalu saya disuruh datang ke kantor FIF Cabang Jatibarang dan bertemu dengan seseorang bernama Andri. Sementara untuk sepeda motor saya diamankan dulu di kantor FIF,” ungkap Asep Saefudin.

Dalam situasi keadaan panik dan seorang diri, Asep mencoba menghubungi istrinya di rumah, akan tetapi tidak dijawab. “Saya dengan ketakutan akhirnya menyerahkan motor itu saat dirampas sekelompok oknum yang mengatasnamakan debt collector eksternal dari FIF,” kata Asep.

Sepeda motor merk Honda Scoopy Tahun 2019 warna merah dop bernopol DK 6795 FBN beserta STNK yang dirampas itu atas nama Dewi Mulyati. “Semua diambil, STNK atas nama Dewi Mulyati dan motor saya diambil oleh segerombolan begal jalanan tersebut dan saya terpaksa pulang ke rumah dengan memakai ojeg,” Imbuhnya

Keesokan harinya, Sabtu ini (20/3/21) Asep Saefudin bersama istri dan keluarga melaporkan kejadian tersebut di Polsek Kandanghaur untuk secepatnya diproses secara hukum dengan laporan tindak pidana perampasan

Unit Reskrim Polsek Kandanghaur langsung respon menerima laporan masyarakat terkait kejadian yang menimpa Asep dan keluarganya untuk menindaklanjuti perkara tindak pidana perampasan oleh sekelompok orang yang diduga debt collector tersebut.

Baca Juga:  Polisi Buru Debt Collector, Terlalu... Prajurit TNI Bantu Orang Sakit Dikepung

Melalui Panit 1 Reskrim Iptu Sunaryo saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP)zUnit Reskrim Polsek Kandanghaur meminta kepada korban segera meminta surat keterangan BPKB di kantor FIF untuk dasar bukti kepemilikan kendaraan tersebut. “Minta surat keterangan BPKB atau print out agar bisa menguatkan bukti bahwa sepeda motor itu milik korban,” kata Iptu Sunaryo.

Saat diminta, anehnya pihak FIF Unit Kandanghaur bagian BPKB tidak merespon dengan baik dengan alasan bukan wilayah kreditnya. “Maaf Pak untuk memberikan surat keterangan BPKB tidak bisa saya keluarkan karena bukan wewenang Unit Kandanghaur, tetapi hak Unit Cabang Kuta Bali,” kata Suparno dari bagian Collateral.

Tak berhenti di situ, untuk memperjuangkan haknya, Asep Saefudin dan keluarganya mencoba menghubungi pihak FIF Cabang Kuta Bali melalui telepon genggamnya. Yana, salah seorang karyawan FIF Cabang Kuta Bali menjelaskan, pihaknya baru mendengar itu dan kaget konsumenya ditarik oknum yang mengatasnamakan FIF.

“Siap Pak, nanti saya bantu hubungi pihak FIF Cabang Indramayu yang ada di Jatibarang agar bisa membantu memberikan surat keterangan apapun atau print out piutangnya,” tutup Yana. Atim – Indramayu¬†

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
1
+1
1
+1
4
+1
0
+1
1