Lagi, Agen E-Warong di Indramayu Terindikasi Tidak Transparan dalam Pengelolaan, Pemiliknya ASN

Lagi, Agen E-Warong di Indramayu Terindikasi Tidak Transparan dalam Pengelolaan, Pemiliknya ASN

 180 total views,  4 views today

LAGI, salah satu E-Warong yang ada di Kabupaten Indramayu terindikasi masalah. Kali ini terjadi di Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgelis yang disinyalir tidak transparan dalam pengelolaannya, baik kepada media maupun masyarakat.

E-Warong tersebut diketahui melayani sebanyak kurang lebih 887 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun berdasarkan hasil investigasi Tim LSM LIPAN DPW Jawa Barat menemukan kejanggalan dari pemilik E-Warung tersebut.

Baca Juga:  Pasca Terendus Media, Pemdes Sakambang Purwakarta "Sulap" dari yang Tidak Ada Menjadi Ada

Diduga pemilik merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) istilah sekarang. “Padahal sudah tertera dalam Pedoman Umum (Pedum) Tahun 2020 Program Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk para KPM seorang PNS tidak diperbolehkan,” kata Ketua LSM LIPAN DPW Jawa Barat, Hidayat.

Mendapati kejanggalan tersebut, Hidayat pun menghubungi sang ASN yang diketahui bernama Basuki Pratomo, Amg. “Mohon Maaf saya lagi sibuk ada pembagian bantuan sosial di Puskesmas Desa Bugis,” kata Basuki Pratomo, Amg selaku pemilik E-Warong Desa Cipancuh, Selasa (17/11/20).

Di hari yang sama, Tim LSM LIPAN DPW Jawa Barat didampingi awak media juga mengunjungi Puskesmas Desa Bugis. Namun ternyata, sesampainya di sana ternyata sepi, tidak ada kegiatan sesuai yang diucapkan Basuki.

Saat itu juga Tim LSM LIPAN bersama awak media menyambangi kediaman pemilik E-Warong tersebut untuk mengkonfirmasi langsung. Akan tetapi sesampai di kediamannya, lagi-lagi Basuki tidak berada di tempat.

Sementara dihubungi melalui pesan Whastap (WA), terlihat pesan diterima, namun Basuki hanya membacanya tanpa membalas pesan. Demikian juga dihubungi melalui telepon, terkesan tak mau menerima untuk diminta klarifikasi.

Baca Juga:  Lagi, Proyek Rehab Sekolah di Jakarta Terindikasi Tak Sesuai Spesifikasi

E-Warong Desa Cipancuh, diduga tidak transparan dalam pengelolaan hal ini sangat bertolak belakang dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara (LIPAN) sebagai lembaga swadaya masyarakat yang memiliki fungsi sosial kontrol merasa ada kejanggalan dalam pelayanan Agen BPNT tersebut ke masyarakat KPM.

“Dan itu sudah tugas kami untuk mengusut tuntas E-Warong penyedia program penyaluran BPNT yang terindikasi sarat akan penyimpangan, tidak sesuai Pedum tahun 2020. Terlebih pemilik seorang PNS, dan akan kami adukan ke dinas sosial (dinsos),” kata Hidayat. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
error: Content is protected !!