Lagi, Ada Proyek Juksung Sarat Penyimpangan di Kabupaten Indramayu, Banyak yang Janggal

Lagi, Ada Proyek Juksung Sarat Penyimpangan di Kabupaten Indramayu, Banyak yang Janggal

 159 total views,  8 views today

LAGI, proyek sarat penyimpangan anggaran negara ditemukan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Indikasinya terlihat dari tidak terpasangnya papan informasi proyek sebagai syarat keterbukaan informasi kepada publik.

Salah satunya ditemukan di Desa Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu pada Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang bersumber dari dana aspirasi Partai Golkar. Proyek Tunjuk Langsung (Juksung) tersebut juga terlihat kurang memenuhi standar spesifikasi yang diberlakukan PUPR Pusat.

Baca Juga:  Pekerjaan Pembangunan di Desa Ini "Kangkangi" Permendes, Ada Indikasi Penyimpangan Dana Desa?
Baca Juga:  Pasca Terendus Media, Pemdes Sakambang Purwakarta "Sulap" dari yang Tidak Ada Menjadi Ada
Baca Juga:  Kasus yang Terjadi di BUMDes Gabuswetan Semakin Terbongkar, Dirutnya Angkat Bicara...

Saat kroscek lapangan, media ini banyak menemukan kejanggalan pada bahan material dan adukan juga kurangnya semen. Selain itu banyak pemakaian batu merah yang sangat ringan dan tidak terpasang papan keterangan Informasi proyek.

Terkait proyek pembangunan TPT ini, salah satu Pelaksana Proyek ketika dikonfirmasi mengungkap banyak hal tentang proyek ini. “Betul Pak, saya Pelaksana Proyek ini, dan sumber dananya dari Aspirasi Fraksi Partai Golkar Indramayu,” ujar Depit selaku pelaksana proyek, Kamis (19/11/20).

Sementara mengenai cara kerjanya, dia mengatakan borongan. “Diborongkan Pak, dan untuk papan keterangan informasi publik belum dikasih dari orang Kantor,” kata Depit.

Salah seorang tokoh masyrakat di sekitar proyek mengatakan, minimnya Informasi masyarakat Desa Rancamulya tentang proyek ini akan memunculkan asumsi dan dugaan kalau ini “proyek siluman” karena tidak terbuka buat publik. 

Sedangkan pihak desa melalui perangkat desa yang dikonfirmasi di kantor Desa Rancamulya terkait proyek yang sedang dikerjakan itu membenarkan sumber dana proyek tersebut dari dana aspirasi. “Benar, bersumber dari Dana Aspirasi Partai Golkar,” kata Bendahara Desa Rancamulya, Castim Jumat (20/11/2020). “Betul proyek tersebut Juksung dari Dinas PUPR,” tambah Castim

Bahkan melaluinya, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) pernah menegur tentang kedalaman pondasi yang tidak lebih dari 30 cm, tapi hanya 10 cm dan memakai batu merah. “Sudah saya tegur, menurut kepala tukang tersebut masalah batu betul pakai batu merah, karena lagi susah cari batu belahnya,” ungkap Castim.

Baca Juga:  Pekerjaan Rehab Total SDN 15 dan 13 Kincir Rawa Badak, Jakarta Utara Tak Sesuai Spesifikasi

Castim selaku perangkat desa juga mengatakan, dalam hal ini Pemdes Rancamulya tak ikut campur dalam proyek TPT tersebut. Padahal pemerintah pusat menganjurkan harus ada Keterbukaan Informasi Publik, baik kepada media maupun ke masyarakat, yang sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Pada pasal 28 F Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945 juga jelas menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk komunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.

Dalam hal ini masyarakat khususnya Desa Rancamulya meminta kepada pemerintah kabupaten dan Dinas PUPR setempat untuk segera turun tangan ke lokasi proyek pembangunan TPT yang tidak terpasang papan KIP tersebut.

“Selain itu juga menindak tegas oknum yang sudah berani menyalahi aturan dari pemerintah pusat dan diberi sangsi menurut hukum yang berlaku,” kata masyarakat. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
error: Content is protected !!