Konsisten Berbagi Kasih, PNU Bantu Mahasiswa dan Warga Nustar Terdampak Covid-19

 287 total views

DI tengah bergejolak dan makin tak menentunya dunia ketika seantero jagad dilanda wabah pandemi (global) Corona Virus-19 (Covid-19), mengubah pola hidup manusia dari sebelumnya eksklusif menjadi pribadi baik hati, dan suka berbagi kasih.

Kalau sebelumnya tak peduli dan tidak mau tau dengan kesusahan, kesulitan dan penderitaan orang lain di saat Covid-19 meluluhlantakan kesombongan dan keangkuhan manusia, menjelma bak malaikat penyelamat, menolong mereka yang menjerit kelaparan.

Semangat gotong-royong dan saling berbagi kasih dengan orang lain nampak jelas dilakoni berbagai pihak yang berkelebihan menyisihkan sebagian yang dimilikinya demi kehidupan sesama, diperani tanpa dibatasi jarak waktu dan tempat atau pun perbedaan latar belakang.

Bagi seorang DR. Hendrik (Opo) Manossoh, SE, Ak, M.Si, CA, berbuat baik merupakan amanat Yang Maha Agung kepada setiap anak manusia untuk hidup saling membantu, tanpa pamrih, bukan memberi sesuatu kepada orang lain, lalu berharap seseorang ‘ngasih’ sesuatu kepada kita.

Menurut mantan ketua Ikatan Nyong dan Noni Sulut ini, berbuat baik bagi orang lain adalah kewajiban, berbuat baik tapi tidak tulus adalah kepentingan. “Hal berbuat baik diakui sejumlah tokoh pemuda Nusa Utara (PNU) adalah prilaku keseharian dari seorang Manossoh, wakil Ketua DPP IKISST,” ucap Egenius Paransi.

Dan kalau saat ini Pemuda Nusa Utara ada dalam kiprah membantu mereka yang terdampak Covid-19 khususnya buat komunitas dan mahasiswa asal Nusa Utara (Nustar), menurut Paransi, itu bukan karena sok pamer atau gagah-gagahan.

“Tapi sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada semua yang memberikan donasinya untuk diteruskan kepada yang membutuhkan,” tandas mantan Ketua KPU Kota Manado 2 periode itu.

“Bantuan paket sembako yang menyasar kelompok rentan dan miskin termasuk mahasiswa asal Nusa Utara semata-mata sebagai bentuk kebersamaan untuk turut merasakan kesulitan hidup yang tengah dirasakan saudara-saudara kita, warga Nusa Utara,” ucap Wakil Ketua DPP IKISST yang membidangi Hukum dan HAM.

Baca Juga:  Walikota Caroll Ingatkan ASN dan Nakon Bijak Gunakan Medsos

Paransi mengatakan, kita tidak tau kapan wabah ini berakhir, tapi perbuatan baik tak boleh berhenti, Pemuda Nusa Utara diminta untuk tidak berpuas diri dengan apa yang sudah dilakukan. “Lakukan selagi masih diberi kesempatan dan jangan pasrah dengan keadaan,” harap figur muda Nusa Utara ini.

Ia berharap, Hendrik Manossoh menjadi pelopor menularkan nilai-nilai kebaikan kepada siapa saja. “Lakukanlah dengan ketulusan dan keikhlasan, jangan berharap kepada manusia tapi andalkan Tuhan, maka balasannya tersedia di Sorga,” ucap Paransi, berteologis.

“Diketahui. penyaluran sembako oleh kelompok Pemuda Nusa Utara sudah yang keempat kali, jangan menjadikan kita berbangga diri, tak boleh ada sikap keangkuhan dan kesombongan didalamnya, melainkan kerendahan hati dan rela berkorban untuk orang lain harus menjadi hal utama dalam setiap jejak langkah juang bagi setiap kita,” tandas Paransi, berharap Johny Lalonsang – Sulut

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1