Komplotan Pencuri Dongkrak Truk Antar Provinsi Berakhir di Kota Santri

 85 total views

KOMPLOTAN pencuri dongkrak menyamar sebagai sopir dan kernet truk trailer. Apes, ulah mereka berakhir di Kota Santri lantaran diringkus Polres Gresik, Sabtu (22/5/21).

Pelaku, Joko Santoso (43), warga Lingkungan Karangtengah, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, awalnya menyatroni sebuah bengkel tambal ban di Jalan Raya Desa Setrohadi, Duduksampeyan.

Namun pelaku tidak bekerja sendiri, dengan kernetnya RN yang kini menjadi buronan polisi, mereka berdua berbagi tugas. Joko Santoso berperan mengawasi situasi sekitar. Sementara RN sebagai pencongkel pintu.

Dengan menggunakan potongan besi sepanjang 15 cm, tak sulit bagi RN merusak engsel gembok tempat tambal ban yang kosong ditinggal pemiliknya menunaikan Sholat pada Jumat (21/5/21).

Baca Juga:  Setiap 3 Jam 18 Menit Terjadi Kejahatan di Jakarta Selatan
Baca Juga:  Batasi Kegiatan Masyarakat, Kapolres Gresik Tinjau Wisata Pasir Putih

Dongkrak hidrolik pengangkat beban 50 ton warna merah dan pendongkrak beban 30 ton warna hijau, milik Taufikur Rohman (42) warga Dusun Mandepo, Desa Setrohadi, Duduksampeyan, digondol maling menyamar sopir dan kernet truk tersebut.

Mendapat firasat tidak enak, korban bergegas kembali ke tempatnya mengais rejeki. Benar, pintu triplek milik tambal bannya telah jebol, 2 dongkrak amblas.

Masih terlihat oleh Taufikur Rohman, truk trailer pengangkut bahan triplek yang barusan keluar dari bengkelnya. Sambil berteriak maling!!! ia berusaha mengejarnya.

Teriakannya di siang bolong itu didengar anggota Polsek Duduk Sampeyan yang ketika itu tengah melakukan kring Reskrim Jumat siaga tak jauh dari lokasi.

Sontak, kedua polisi berpakaian preman mengejar truk dimaksud yang lari ke arah barat dan berhasil disergap di Jalan Raya Tumapel. Dongkrak warna merah dan hijau milik korban didapati berada di dalam truk.

Namun RN, si kernet berhasil menghilangkan jejak. Sedangkan Joko Santoso diseret ke Mapolsek Duduk Sampeyan. Diperoleh informasi, sopir dan kernet tersebut merupakan komplotan spesialis pencuri dongkrak antar provinsi.

Selain di Gresik, mereka juga beraksi di daerah Jawa Tengah. Pelaku menyebut dongkrak hasil curian akan dijual dan uangnya dipakai nyawer di warung ayu (warung penjaganya perempuan cantik) di sepanjang jalur tujuan bongkar muatan.

“Dua dongkrak hidrolik itu masih laku terjual dua juta lima ratus ribu rupiah Pak, biasanya uangnya saya habiskan foya-foya di warung ayu di Jawa Tengah Pak,” pengakuan tersangka gemetar di hadapan penyidik.

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM melalui Kapolsek Duduk Sampeyan AKP Bambang Angkasa mengatakan, komplotan tersebut sudah melanglang buana di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Spesial pencuri dongkrak truk itu kini meringkuk dibalik jeruji besi. Dijerat pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHP, diancam hukuman paling lama lima tahun mendekam didalam penjara.” terang mantan Kasubbag Humas Polres Gresik.

Polisi juga memburu RN yang identitasnya kini telah dikantongi. Dongkrak kapasitas 50 ton dan 30 ton beserta potongan besi 15 cm dan sebuah gembok dijadikan barang bukti melengkapi berkas perkara. SPR BN Gresik

Komentar Anda
+1
0
+1
1
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0