Kepala BNN RI Ajak Pasis Sesko TNI “War On Drugs”

 78 total views

KEPALA Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Deputi Pencegahan Drs. Sufyan Syarif, MH, Kepala Biro Humas dan Protokol Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K, M.Si, Inspektur Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus BNN RI Drs. Wahyono M.H serta Kepala BNNP Jabar melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.

Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan pengarahan serta pengalamannya kepada para perwira siswa yang sedang menjalani pendidikan, berlangsung di Gedung Graha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung, Kamis (27/5).

Perwira siswa yang mengikuti kuliah umum, baik secara tatap muka maupun virtual sebanyak 196 siswa, yang terdiri dari TNI AD sebanyak 75 siswa, TNI AL sebanyak 50 siswa, TNI AU sebanyak 40 siswa dan dari Polri sebanyak 31 siswa.

Kepala BNN RI mendoakan seluruh siswa yang sedang menjalani pendidikan di Sesko TNI nantinya ada yang menjadi Panglima TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). “Jika nanti menjadi pemimpin, jadilah pimpinan yang baik dan bersih dari narkoba,” ungkap Dr. Petrus Reinhard Golose.

Kepala BNN juga berharap para pasis Sesko TNI Dikreg 48 yang sedang menempuh pendidikan di sini ada yang bercita-cita menjadi Kepala BNN RI.

“Menjadi Kepala BNN RI itu menyenangkan karena kita yang mengejutkan mereka (kurir/bandar narkoba), bukan mereka yang kejutan kita,” canda Dr. Petrus Reinhard Golose.

Baca Juga:  Seperti Ini Perjuangan Bhabinkamtibmas di Daerah Terpencil
Baca Juga:  Di Tengah Pandemik Covid-19, BNN Tunaikan Kewajiban

Selain bertugas di Kepolisian Republik Indonesia, Dr. Petrus Reinhard Golose juga meluangkan waktunya untuk menulis beberapa buku, antara lain: Seputar Kejahatan Hacking, Deradikalisasi Terorisme, Invasi Terorisme serta Gebrakan Inovasi dan Aktualisasi Dari Bali.

Selanjutnya, ia membahas tentang “Ancaman Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Stabilitas Nasional”. Gambaran dampak serta ancaman narkotika saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Narkotika memiliki daya rusak yang lebih serius daripada korupsi dan terorisme, karena dapat merusak otak yang sulit untuk disembuhkan.

Kejahatan narkotika merupakan salah satu jenis kejahatan Extra Ordinary Crime yang terorganisir lintas negara, dimana kejahatan narkotika menjadi ancaman serius karena dapat merusak sendi-sendi kehidupan suatu bangsa. Di sisi lain, munculnya narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang semakin marak peredarannya.

Kepala BNN RI berharap melalui strategi dan kebijakan “War On Drugs” yang terus-menerus digelorakan dapat menciptakan kondisi Indonesia Bersinar yang dimulai dari Desa/Kelurahan berupa Desa Bersinar, Bersih Narkoba melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Hal ini sangat penting, karena kepercayaan masyarakat terhadap BNN yang dilakukan melalui pengukuran Trustable menunjukkan indeks kepercayaan yang tinggi, yaitu sebesar 88,64% (dalam skala 100) dengan kategori sangat baik.(HNY). Biro Humas dan Protokol BNN RI

Komentar Anda
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0