Kejar Napi Julius, Kalapas Masuk Hutan Sampai Bermalam Lakukan Pengintaian, Jejaknya.. – Bhayangkara Nusantara

Kejar Napi Julius, Kalapas Masuk Hutan Sampai Bermalam Lakukan Pengintaian, Jejaknya..

 299 total views,  5 views today

SETELAH 35 hari buron, Napi Julius Tangkuliwutang yang kabur dari Lapas Tahuna belum juga ditemukan. Kalapas Tahuna yang memimpin regu pelacak masuk hutan dan sisir enam titik persembunyian. Sering kalinya mereka harus bermalam di hutan, hingga akhirnya jejak Julius mulai terdeteksi.

Medan berat melewati jurang yang curam mendaki gunung yang terjal, tak kenal hujan panas terik matahari, regu pencari terus bergerak menyisir hutan di wilayah Kecamatan Tabukan Utara di beberapa kampung yang dicurigai menjadi tempat persembunyian Julius.

Sedangkan pada malam hari terkadang personil regu pencari harus bermalam di hutan melakukan pengintaian. Makan buah kelapa dan pisang saat lapar di hutan pun harus dijalani demi menjalankan tugas menangkap Napi yang kabur itu.

Kerja keras dari pihak kepolisian Polres Sangihe yang dikabarkan telah membentuk tim khusus untuk menangkap Julius dan upaya personil Lapas Tahuna yang terus menerus turun lapangan akhirnya mulai menemukan titik terang.

Lokasi persembunyian Julius Tangkuliwutang, napi yang kabur dari Lapas Kelas II B Rahuna sejak 9 September itu kini mulai terdeteksi petugas. Hal ini diungkapkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Tahuna, Mardi Santoso saat ditemui bhayangkaranusantara.com, Selasa (13/10/20).

Jejak kaki dan tanda tanda persembunyian Julius mulai terlihat dengan ditemukannya alat makan seperti piring, sendok dan rantang serta bungkusan kosong dari autan anti nyamuk yang diduga dipakai oleh Julius.

“Dia masih bersembunyi di hutan dan masih dibantu keluarganya yang mendukung Julius dengan cara memberikan makanan dan berbagai kebutuhan hidup lainnya. Akan sangat sulit bagi kami untuk menangkap Julius selama dia masih terus didukung keluarganya. Saya berharap ada pengertian dan kerjasama yang baik dari pihak keluarga dan masyarakat,” kata Kalapas Tahuna.

Selama ini Mardi Santoso sudah dua kali menemui dan melakukan pendekatan kepada pihak keluarga Julius untuk meminta kerjasama dan kalapas menjamin tidak akan melakukan kekerasan apapun jika Julius menyerahkan diri.

Kalapas bahkan telah menandatangani pernyataan tertulis dan bersedia dituntut secara hukum bila kemudian dia ingkar janji karena melakukan kekerasan pada Julius. “Namun sampai hari ini belum ada tanda tanda kalau dia akan menyerah,” kata Mardi Santoso.

Kalapas Kelas II Tahuna, Mardi Santoso yang pernah bertugas di LP Nusakambangan ini mengaku sering masuk hutan memimpin pencarian menyusuri lereng lereng gunung sampai malam hari. Namun dia mengakui kalau Julius lebih tau dan menguasai wilayah hutan tempat dia bersembunyi, sehingga dia sering lolos dari sergapan petugas.

Baca Juga:  30 Hari Buron, Napi Ini Belum Juga Ditemukan Rimbanya, Kalapas Ancam Oknum Anggota Yang Bantu Kabur
Baca Juga:  Terobos Kawat Duri Bobol Pintu Belakang, Napi Ini Kabur Tanpa Jejak, Nih Mukanya...

Namun demikian Kalapas tetap memberikan apresiasi dan mengakui semangat kerja keras teman teman kepolisian yang tak pernah mengeluh dalam bertugas. “Bahkan sering mengeluarkan biaya mandiri alias uang pribadi untuk operasional pencarian serta uang rokok dan makan, karena dana untuk hal-hal seperti ini tidak tertata dalam DIPA di Lapas Tahuna,” kata Santoso..

Ditanya tentang target pencarian sampai kapan harus menemukan Julius karena semakin lama tidal ditemukan dan berkeliaran di hutan napi ini dianggap dapat menciptakan keresahan dan rasa takut bagi masyarakat sekitar tempat dia bersembunyi, Mardi Santoso menjawab singkat, tidak ada target yang ditentukan.

“Tapi kami akan cari terus sampai kapan pun dan harus didapat katanya sambil berharap dukungan dan bantuan dari semua pihak,” tandasnya. Adrianto -Sangihe

Komentar Anda

+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0