Kecelakaan Maut, Pembangunan Tugu Tapal Batas di Kota Tomohon Makan Korban – Bhayangkara Nusantara
Kecelakaan Maut, Pembangunan Tugu Tapal Batas di Kota Tomohon Makan Korban

Kecelakaan Maut, Pembangunan Tugu Tapal Batas di Kota Tomohon Makan Korban

 8,181 total views,  1 views today

PEMBANGUNAN Tugu Tapal Batas antara Kelurahan Taratara, Kota Tomohon dan Desa Ranotongkor Timur, Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa makan korban. Proyek berbandrol Rp. 296.986.202 ini diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Daerah (Perkim) Kota Tomohon.

Kapolres Kota Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot, S.I.K, MH menyebut, Kapolsek Tombariri Iptu Julio Jagratara Tampoi, SH mendapatkan informasi dari Hukum Tua Desa (Kades) Ranotongkor Timur Herby Pangemanan tentang warganya yang bernama Christian Rasubalah terjatuh setelah tersengat listrik, Minggu (22/11/2020) pukul 13.00 Wita. Usai menerima laporan itu, Kapolsek bersama piket Polsek Tombariri langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga:  Gegara Rokok, Rumah Seorang Warga di Desa Redisari Kebumen Nyaris Ludes Terbakar
Baca Juga:  Nekat Terobos Masuk Istana, Pria Tanpa Busana Diamankan Paspampres

Kapolres membeberkan, dari peristiwa tersebut ditemukan fakta-fakta di antaranya, bercak darah di samping tugu lokasi terjatuhnya dan bekas rambut korban yang masih menempel di atas tugu berlogo Kota Tomohon. Sementara tinggi bangunan sangat dekat dengan kabel listrik yang berada di atasnya.

AKBP Bambang menambahkan, saat itu juga pihaknya segera mengambil tindakan, mulai dari Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), membubarkan kerumunan massa di TKP dan berkoordinasi dengan Hukum Tua Desa Ranotongkor Timur dan Lurah Taratara hingga melaporkan kejadian ke piket Polsek Tomohon Tengah.

Sementarra menanggapi kecelakaan maut tersebut, Kadis Perkim Kota Tomohon, Hengky Supit, S.I.P saat ditemui di ruang kerjanya menuturkan, pihaknya merasa kaget dengan musibah itu. Sepengetahuannya, hari Minggu tidak ada kegiatan pekerjaan oleh kontraktor. Diperoleh berita, korban merupakan salah seorang warga Desa Ranotongkor Timur.

Meski demikian, ia menyatakan turut berbelasungkawa. Setidaknya akan ada santunan untuk keluarga korban dan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil investigasi kepolisian. Namun saat dikonfirmasi mengenai spesifikasi konstruksi, Kadis berargumen kalau pembuatan tugu sudah sesuai standarisasi.

Baca Juga:  Malam Kenal Pamit Wakapolda Sulsel Dihadiri Bupati Luwu Timur
Baca Juga:  Dampak Corona dan Diberlakukannya PSBB, Terjadi Penurunan Penumpang di Terbus Kp. Rambutan

“Semua tapal batas dibuat seragam, tidak boleh berbeda. ‘Kan itu bukan untuk tempat orang naik. Jarak kabel listrik dengan bangunan itu sendiri, sekitar satu meter. Orang kerja aja aman,” jelasnya, Selasa (24/11/2020).

Sedangkan menyikapi keluhan Kades Ranotongkor Timur agar konstruksi tugu dibuat lebih rendah atau digeser lagi guna menghindari peristiwa serupa, Hengky menandaskan, hal ini tidak bisa dilakukan.

“Kan itu tapal batas, kalau digeser gimana? Tapal batas juga akan ikut bergeser. Justru tugas hukum tua, yakni mengingatkan pada warganya. Itu ‘kan tanpa dianjurkan, gak boleh ada yang naik,” dalih mantan Kadis Perhubungan ini didampingi salah satu kabidnya.

Sebelumnya di tempat terpisah, Kepala Desa Ranotongkor Timur, Herby Pangemanan menuturkan rasa keprihatinan atas terjadinya kecelakaan yang menimpa salah seorang warganya, yang kabarnya sempat dilarikan ke rumah sakit di Tomohon.

Selain mengusulkan ketinggian bangunan diturunkan, mewakili pula keluarga, Herby meminta kepada Dinas Perkim agar dapat membantu beban keluarga almarhum Christian Rasubalah.

“Dengan kejadian ini, mohon perhatian instansi terkait yang membuat bangunan itu, kalau boleh saling meringankan beban keluarga. Tidak usah mencari, siapa yang salah dan siapa benar. Semuanya, sudah terjadi,” pintanya.

Dirinya juga meminta bangunan tersebut dipendekkan lagi. Karena sangat dekat dengan tegangan listrik. “Mungkin kalau terus seperti itu, nanti ada korban lain. Saya sangat keberatan, kenapa? Itu wilayah Tomohon, tapi lebih dekat dengan pemukiman Ranotongkor. Bukan dengan Tomohon,” imbuh Kades.

Mengutip pernyataan Dr. Ir. Syarif Burhanuddin, mantan Dirjen Bina Konstruksi, permasalahan yang belakangan terjadi pada kecelakaan kerja mayoritas akibat kelalaian manusia. Untuk itu, sesuai Undang-Undang No. 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi saat ini, bukan hanya menerapkan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang fokus pada pekerja konstruksi. “Perlu juga menambahkan tentang Keselamatan, Keamanan, Kesehatan dan Keberlanjutan (K4),” sarannya. Bert – Sulut

Komentar Anda

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0
+1
8
+1
1
+1
11