Kasus yang Terjadi di BUMDes Gabuswetan Semakin Terbongkar, Dirutnya Angkat Bicara... | Bhayangkara Nusantara

Kasus yang Terjadi di BUMDes Gabuswetan Semakin Terbongkar, Dirutnya Angkat Bicara…

 781 total views

BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat angkat bicara terkait dugaan penyalahgunakan logo merk BUMDes oleh oknum Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kepala Desa (Kades) Gabuswetan.

“Saya tidak pernah kerja sama dengan agen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Nurjanah khusus Desa Gabuswetan terkait suplay beras yang berlogo BUMDES. Logo saya bukan yang ada di karung, yang asli seperti ini (ada dalam photo-red.) Ini memalsukan logo kami,” ungkap Direktur BUMDes Gabuswetan, Wira Nanda, Senin (19/10/20).

Wira menegaskan, hal ini sudah penyalahgunaan wewenang BUMDes, karena sudah berani memalsukan logo untuk menyuplai beras ke agent BPNT e-Warung Nurjanah. “Jadi prasangka masyarakat tentang beras itu dari BUMDes, padahal nyatanya bohong belaka. Ada oknum di balik ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, selaku direktur BUMDes, dirinya juga merasa kaget dan tercemar di mata masyarakat, khususnya Desa Gabuswetan. “Karena beras yang diterima pemanfaat mereka fikir berasal dari BUMDes. Tapi nyatanya hanya memakai nama saja, bukan logonya yang ada di karung beras tersebut @10 kg itu. Ini sudah pemalsuan logo,” ujar Wira Nanda.

Baca Juga:  "PT. BCK Kembali Umbar Janji, Hari Ini SDN 014 Duren Tiga Jaksel Disegel...!!!"

Di tempat terpisah, Pendamping PKH sebut saja Bedy yang dihubungi di kediamannya kepada media ini membenarkan kalau dirinya ikut terlibat (kerja-red.) di dalamnya. “karena fungsi saya adalah Pendamping dari Dinas Sosial (Dinsos) bersama Kuwu Gabuswetan,” ujarnya.

Namun begitu, kata Bedi, soal wewenang di pemerintahan tersebut ada pada Kuwu, sedangkan dirinya hanya jadi pendamping PKH di Gabuswetan, dan baru empat bulan berjalan. “Itu pun sudah terjadi seperti biasanya yang sudah dijalanin gitu Pak,” pungkas Bedy.

Kasus ini juga mendapat sorotan dari pihak Lembaga Swadaya Masyarakat, salah satunya DPW Lembaga Independen Pemantau Aset Negara (LIPAN) yang memyebut hal ini sudah menyalahi aturan dari wewenang BUMDes setempat, karena sudah berani memalsukan logo yang sudah dibuat BUMDes Gabuswetan dan kewenanganya diambil alih oleh Pendamping PKH Bedy Andri atas dasar rekomondasi dari Kuwu Gabuswetan.

“Saya akan usut tuntas masalah ini dari segi tonase yang disuplay ke Agen e-Warung Nurjanah tersebut, dari semenjak putus hubungan antara e-Warung dengan BUMDes selama kurang lebih 4 bulan itu, ungkap Adit selaku tim investigasi dari Lembaga LIPAN.

Baca Juga:  Proyek Ini Dianggap Tak Jelas, Kades Kerta Mulya, Indramayu: "Saya Tidak Tahu Apa-apa"

Dugaan penyalahgunaan BUMDes Gabuswetan yang mensuplay beras ke e-Warung Nurjanah dengan memakai logo BUMDes tersebut juga semakin terbongkar saat media ini mengkonfirmasi salah seorang pengurus BUMDes tersebut.

“Sebagai elemen masyarakat khususnya Desa Gabuswetan meminta para pihak terkait aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum yang tidak bertanggung jawab itu,” kata Adit menegaskan. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0