Kasus Pengeroyokan Habib Umar, Kapolda Jateng: "Walau Langit Runtuh Tetap Kita Kejar dan Tegakkan Hukum" | Bhayangkara Nusantara

Kasus Pengeroyokan Habib Umar, Kapolda Jateng: “Walau Langit Runtuh Tetap Kita Kejar dan Tegakkan Hukum”

 244 total views

SEMBOYAN Polda Jateng “Negara Tidak Boleh Kalah dengan Intoleransi, Radikalisme dan Premanisme”. “Langit Runtuh Akan Tetap Kita Kejar dan Tegakkan Hukum”.

Haslnya, pihak Polda Jateng sudah berhasil menangkap total tujuh pelaku, lima tersangka dan dua dalam pendalaman pemeriksaan dalam kasus pengeroyokan Habib Umar Assegaf di Solo.

Polda Jateng menunjukan keseriusan dalam penanganan Kelompok Intoleran di Jawa Tengah. Siang ini Polda Jawa Tengah kembali merilis kasus ini di Loby Mapolresta Surakarta, Kamis (13/8/20).

Ini merupakan press release yang kedua setelah sebelumnya yang dilakukan pada Selasa 11 Agustus 2020 yang dipimpin langsung Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi.

Tak sendiri, dalam pers rilis tersebut hadir pula Dirreskrimum Kombes Pol. R. Yoseph Wihastono Yoga Pranoto, SIK, M.Hum, Kapolres Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, Wadir Ditpidum Bareskrim Polri Kombes Pol. Dicky Patria Negara, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Iskandar Fitriana Sutisna, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol. M. Rudy Syafirudin dan Kabid Propam Kombes Pol. Mukia.

Sampai dengan hari ini, Polresta Surakarta dan Polda Jateng menangkap tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan Habib Umar Assegaf dan keluarganya di acara Midodareni (doa di malam sebelum akad nikah) yang digelar di Jl. Cempaka No. 81, Kampung Mertodranan RT 1/1 Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta, Sabtu (8/08/20) malam kemarin.

Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi menjelaskan, dari tujuh pelaku lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan dua masih dalam proses pendalaman penyidikan.

“Kami sudah memeriksa 35 orang saksi dari masyarakat sekitar yang melihat dan mendengar secara langsung kejadian kemarin. Walau langit runtuh akan tetap kita kejar dan tegakkan hukum atas kasus ini,” ujarnya

Baca Juga:  Hari Ini, Kabaharkam Polri Kunjungi Dapur Umum TNI-Polri Percepatan Penanganan Covid-19 di Jakarta Timur

Adapun peran masing-masing pelaku kata Kapolda masih didalami oleh penyidik, tersangka masih di wilayah seputaran Pasar Kliwon.

Pelaku berinisial BD, ML, RN, MM dan MS, N, dan A. Ketujuh pelaku diancam dengan Pasal 170 KUHP dan 160 KUHP serta Pasal 335 KUHP JO Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP tentang Kekerasan Terhadap Orang di Muka Umum.

Kapolda Jateng menegaskan, kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri serta mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasai tentang kelompok intoleran untuk segera menyampaikan kepada pihak kepolisian.

“Negara tidak boleh kalah dengan Intoleransi, Kelompok Radikal, dan Premanisme, para pelaku untuk segera menyerahkan diri atau kita tangkap,” kata Kapolda Jateng.

Kapolda Jawa Tengah dalam pers rilis minggu lalu telah memerintahkan kepada seluruh Kapolres sejajaran Polda Jateng untuk menangkap kelompok intoleran, bahwa tidak ada tempat untuk kelompok intoleran di wilayah hukum Jawa Tengah.

Kapolda Jateng menegaskan, Polri tidak akan pandang bulu dalam menangani kelompok radikal dan kelompok intoleran. “Polri tidak pandang bulu, semua sama dimuka hukum, tidak peduli itu kelompok radikal atau kelompok intoleran akan kita lakukan tindakan hukum,” pungkas Kapolda. Tim Jateng/Saibumi

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1