Kasus Dugaan Rasisme Terhadap Natalius Pigai Ditarik dari Polda Papua, Dilimpahkan ke Bareskrim | Bhayangkara Nusantara

Kasus Dugaan Rasisme Terhadap Natalius Pigai Ditarik dari Polda Papua, Dilimpahkan ke Bareskrim

 589 total views

KASUS dugaan rasisme yang diduga dilakukan politikus Hanura, Ambroncius Nababan (AN) berbuntut panjang. Polri menegaskan serius menangani kasus tersebut. Hal itu terlihat dengan ditariknya kasus tersebut dari Polda Papua untuk ditangani Bareskrim.

Ambroncius Nababan dilaporkan ke polisi gara-gara unggahan di Facebook. Akun Facebook bernama Ambroncius Nababan mengunggah foto Natalius Pigai yang disandingkan dengan foto gorila.

Postingan di Facebook tersebut menuai kecaman karena dinilai rasis. Tak lama berselang, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat (PB) melaporkan politikus Partai Hanura tersebut ke Polda Papua Barat dengan Nomor LP/17/I/2021/Papua Barat.

“Tentunya dengan analisis yang dilakukan Siber Bareskrim, maka Bareskrim Polri sudah menghubungi Polda Papua Barat dan Polda Papua untuk melimpahkan LP tersebut ke Bareskrim Polri. Kenapa dilimpahkan? Diduga dari analisis siber itu yang melakukan ada di Jakarta. Makanya untuk LP-nya dilimpahkan ke Bareskrim Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Senin (25/1/21).

Baca Juga:  Pasang Surut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri di Mata Kabaharkam
Baca Juga:  Hari Ini, Kapolda Kaltim Pimpin Sertijab Wakapolda

Argo mengatakan, terdapat dua laporan yang diterima Bareskrim dari Polda Papua dan Polda Papua Barat terkait kasus dugaan rasisme Ambroncius kepada mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Dari dua laporan itulah tim Siber Bareskrim Polri kemudian menganalisis dugaan tindakan rasis kepada Natalius Pigai.

“Tentunya dari pihak kepolisian tidak tinggal diam. Kita sudah bisa memprediksi dengan adanya postingan itu dan kita sudah melakukan analisis oleh Cyber Bareskrim. Tentunya dengan adanya laporan itu, artinya unggahan screen shoot di medsos, akhirnya dari Polda Papua menerima laporan berkaitan dengan adanya yang diduga rasisme itu,” tuturnya.

Pertama, kata Argo, dari Polres Papua Barat. Ini ada laporan yang dilaporkan ke Polda Papua Barat. “Pertama atas nama Pak Sitanggang pelapornya, yang kedua adalah LP juga di Papua Barat, laporannya Pak Thomas Barung. Ini jadi ada 2 LP,” lanjutnya.

Argo menyapaikan, Bareskrim akan memanggil Ambroncius untuk dimintai keterangan. Selain memanggil Ambroncius, Bareskrim juga akan meminta keterangan dari ahli dan juga saksi-saksi.

“Kemudian, berkaitan dengan LP tersebut tentunya dari siber akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu berkaitan dengan adanya LP tersebut. Tentunya nanti dari siber akan memanggil atau mengklarifikasi sesuai SOP yang ada. Kemudian kita juga akan meminta keterangan dari para ahli dan saksi yang lain,” ujarnya.

Polri juga akan menanyakan atau meminta keterangan apakah medsos itu (Facebook) adalah milik yang bersangkutan. “Karena disinyalir banyak, kita harus memastikan bahwa penyidik itu harus memastikan dengan ilmiah siapa yang mempunyai akun tersebut, kemudian siapa yang melakukannya. Tentunya ini perlu keterangan ahli, saksi dan petunjuk,” kata Argo. BN01 – Jakarta

 

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0