Kapolri dan Kompolnas Bahas Pemantapan Polri Presisi

 548 total views

KAPOLRI Jenderal Polri Listyo Sigit Prabowo membahas soal pemantapan transformasi Polri Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan saat menyambangi Kantor Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Gedung Kompolnas, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/21).

Kapolri mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Kompolnas pihaknya menyampaikan soal program-program yang saat ini sedang berjalan dan dilakukan di masa mendatang bersama Kompolnas.

Menurut Kapolri, sebagai lembaga pengawas Polri, Kompolnas diminta untuk memberikan masukan dan penilaian agar dapat dijadikan bahan evaluasi, koreksi serta perbaikan di Korps Bhayangkara.

“Baik sisi organisasi, performance secara personal dan kegiatan-kegiatan operasional yang kami lakukan tuangkan dalam empat kegiatan transformasi yang sudah kami canangkan, transformasi menuju Polri yang Presisi,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga:  Kapolri Keluarkan Izin Kompetisi Liga Kasta Tertinggi, dengan Catatan...
Baca Juga:  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penanganan Covid di Bangkalan

Mantan Kabareskrim itu berharap, Polri dan Kompolnas ke depannya akan meningkatkan sinergitas yang lebih kuat. Sigit memastikan, pihaknya membuka ruang untuk diberikan masukan oleh lembaga pengawas kepolisian tersebut.

“Kami selalu terbuka untuk mendapatkan masukan koreksi serta memberikan ruang terhadap peran Kompolnas di dalam perbaikan institusi Polri,” ujar Kapolri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kompolnas Mahfud MD menjelaskan, pihaknya sepakat untuk sama-sama membangun Polri menjadi lembaga penegak hukum yang semakin profesional ke depannya dengan gagasan Presisi tersebut.

“Kami tadi mencoba menterjemahkan Presisi yang dikemukakan Pak Listyo Sigit itu, terjemahannya ke dalam kegiatan operasional apa, kelembagaan apa, itu kami jelaskan semuanya,” ujar Mahfud.

Mahfud menyebut pertemuan itu juga membahas soal kasus yang menjadi perhatian masyarakat, misalnya Narkoba. Menurutnya, barang sitaan yang seharusnya aman jangan sampai tiba-tiba terjual.

“Itu semua sudah dibicarakan. Terus kelengkapan Polres dan Polsek dan sebagainya yang masih kosong tadi banyak dibicarakan. Tapi intinya kami membangun Polri masa depan yang lebih humanis, konstruktif sebagai terjemahan dari Presisi,” tutup Mahfud. BN01 – JAKARTA

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0