Kapolda Sulut Diminta Seriusi Dugaan Korupsi Pembangunan Menara Alfa Omega Tomohon

Kapolda Sulut Diminta Seriusi Dugaan Korupsi Pembangunan Menara Alfa Omega Tomohon

 3 total views,  3 views today

PEMBANGUNAN Menara Alfa Omega oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Tomohon tahun anggaran 2017 dengan nilai kontrak Rp. 9.981.800.000,00 sumber dana APBD 2017 diduga sarat penyimpangan.

Mengutip pernyataan Harry Runtuwene yang membeberkan, ada sesuatu yang diduga tidak beres di balik pembangunan Menara Alfa Omega kala melihat nilainya terbilang sangat fantastis. “Tapi tidak sebanding dengan volume bangunan menara dimaksud,” ucap Runtuwene.

Ironisnya lagi, dengan nilai sebesar itu pekerjaan tak kunjung tuntas. Kemudian pekerjaan berlanjut pada tahun anggaran 2018 dengan penambahan dana senilai Rp. 1 miliar, sehingga total anggaran secara keseluruhan mencapai angka Rp. 10.981.800.000,

Menurut Runtuwene, pembangunan menara tersebut diduga banyak yang menyalahi aturan, baik secara administrasi maupun secara tehnis. Sebut saja mulai dari tidak mengantongi Amdal, IMB, dan dibangun di atas tanah milik perorangan, tapi juga tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW).

Pembangunan Menara Alfa Omega diduga hanya bermodalkan UPL dan UKL itu telah sempat dilaporkan Presedium Masyarakat Tomohon dan Tomohon Coruption Watch (TCW) Juli 2019 lalu, tapi hingga berita ini tayang kasus tersebut belum menunjukan perkembangan yang berarti.

Terkait mandegnya penanganan kasus tersebut, Direktur Devisi Hukum Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Sulawesi Utara, Jack Budiman meminta Kapolda Sulut segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pembangunan Menara Alfa Omega yang diduga sarat penyimpangan dan kental nuansa korupsi tersebut. Jola – Sulut

Facebook Comments
Baca Juga:  L-KPK Sulut Cium Aroma Korupsi Pembangunan Pasar Tradisional Beriman Kota Tomohon
%d bloggers like this: