Kapolda Jawa Tengah Dapat Gelar Kebangsawanan dari Keraton Mangkunegaran Surakarta | Bhayangkara Nusantara

Kapolda Jawa Tengah Dapat Gelar Kebangsawanan dari Keraton Mangkunegaran Surakarta

 410 total views

IRJEN Pol Ahmad Luthfi, di sela kesibukannya sebagai Kapolda Jawa Tengah sering melakukan kegiatan kebudayaan, terutama kebudayaan Jawi yang berasal dari Solo Hadiningrat. Bahkan Luthfi sudah melakukan kegiatan ini (nguri uri Budaya Jawi ) jauh sebelum menjabat Kapolda. Maka tepat kiranya kalau Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mendapatkan gelar Kebangsawanan dari Keraton Mangkunegaran Surakarta.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfhi mendapat gelar Bangsawan Kanjeng Pangeran Hario (KPH). Gelar itu diberikan saat Jumenengan Raja KGPAA, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegara IX di Pendapi Ageng Pura Mangkunegaran, Jumat (28/8/20).

Dalam Jumenengan yang selalu diperingati setiap 9 bulan Suro, penanggalan Jawa, KGPAA Mangkunegara IX memang memberikan kekancingan atau gelar kepada sejumlah abdi dalem dan tokoh masyarakat.

Gelar itu memang tidak diberikan kepada sembarang orang, artinya hanya para sosok yang selama ini berkomitmen dan menjunjung tinggi kebudayaan Jawa. Selain Ahmad Luthfi, gelar KPH juga diberikan kepada pengusaha Bahan Bakar Minyak (BBM) Aryo Hidayat Adisena.

Usai Jumenangan, Ahmad Luthfi bersyukur dan bangga mendapatkan gelar tersebut. Menurutnya, penberian gelar itu dalam rangka menunjung tinggi budaya Jawa. “Dalam rangka nguri-nguri budaya Jawa, artinya budaya masyarakat kita. Hari ini saya diberikan gelar yang itu merupakan suatu anugerah yang akan saya pertanggungjawabkan sebagai orang Jawa,” kata Lutfhi.

“Bagi kami pribadi dan keluarga, gelar ini semakin memberikan motivasi untuk terus nguri-nguri budaya Jawa. Nantinya akan menjadikan kebanggaan,” tegas Perwira Tinggi Polri tersebut.

Selain itu, Jenderal Bintang Dua di pundak itu juga mengapresiasi prosesi pemberian gelar yang tetap menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini bagus sekali karena ada psychal distancing, kemudian tidak banyak masyarakat yang hadir. Namun tidak mengurangi kekhidmatan prosesi pemberian gelar itu sendiri,” tuturnya.Tim Jateng/Sri Harnanto – Jateng

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1