Kampung Tangguh Desa Sitirejo, Malang "Sangat Luar Biasa" | Bhayangkara Nusantara

Kampung Tangguh Desa Sitirejo, Malang “Sangat Luar Biasa”

 585 total views

KABAHARKAM Polri Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, MH menyambangi Kampung Tangguh Desa Sitirejo di Dusun Temu, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (29/05/20).

Turut mendampingi dalam kunjungan kerja (kunker) Kabaharkam Polri para perwira tinggi dan menengah Polri di antaranya Kakorbinmas Polri Irjen Pol. Riyapudin Nursin, Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. M. Fadil Imran, M.Si, Dan Pelopor Korps Brimob Polri Brigjen Pol. Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, M.Hum dan Kapusdokkes Polri Brigjen Pol. Rusdianto.

Hadir juga Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Zainuddin, Kapolresta Malang Kota Kombes. Pol. Dr. Leonardus Harapantua Simarmata Permata, S.Sos, S.I.K, MH, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama, S.I.K., M.I.K, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, S.I.K, MH, Dandim 0818/Kab. Malang – Batu Letkol Inf. Ferry Muzzawad, S.I.P.l, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, MM, Kasat Reskrim Polres Malang AKP. Tiksnarto Andaru Rahutomo, SH, S.I.K, Kasat Lantas Polres Malang AKP Diyana Suci Listyawati, S.I.K, Kasat Intel Polres Malang AKP Muhammad Syuhada, SE,  S.I.K, Pasiter Kodim 0818 Kapten Arh Jumawi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Arbani Mukti Wibowo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang H. Nurhasyim, SH, M.Si dan Kepala Bagian Administrasi dan Pembinaan Mental Kabupaten Malang Drs. Tri Lambang Santoso, MM.

Kedatangan rombongan disambut juga Muspika Wagir di antaranya Kapolsek Wagir AKP Sri Widyaningsih, Camat Wagir Hendra Tri Cahyono, S.Sos, M.Si dan Plh. Danramil Wagir 0818/08 Peltu Yudi. Tampak hadir juga Sekcam Wagir Drs. Bambang Hermanto, Kades Sitirejo Buwang Suharjah, Ketua Satgas Kampung Tangguh Desa Sitirejo Mudiono dan para Relawan Kampung Tangguh Desa Sitirejo.

Kegiatan dimulai Pukul 15.47 WIB, rombongan tiba di Kantor Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir dilanjutkan dengan pelaksanaan protap protokol Kesehatan dengan mencuci tangan saat memasuki lokasi Pendopo Desa Sitirejo.

Selanjutnya pada Pukul 15.49 s.d 16.10 WIB, dilaksanakan paparan terkait Rumah Tangguh Sitirejo yang dibuka dengan sambutan Bupati Malang. “Kampung Tangguh dibentuk guna menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang protokol Kesehatan dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19,” kata Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM.

Baca Juga:  Kabaharkam Polri Pastikan Jajarannya Tetap Bangga Gunakan Produk Dalam Negeri

Bupati mengatakan, dengan adanya Kampung Tangguh, diaktifkan poskamling atas binaan Polri dan TNI, sehingga memberikan manfaat selain berfungsi cegah/screening masuk pendatang yang dimungkinkan membawa virus juga sebagai antisipasi tindak kriminalitas.

“Kami sudah canangkan Kampung Tangguh di seluruh desa/kel se-Kabupaten Malang dan saat ini sedang dilaksanakan pembinaan terhadap muspika terkait pengembangan Kampung Tangguh,” kata M. Sanusi.

Menurut Bupati Malang, Kampung Tangguh merupakan role mode guna membangun kesadaran masyarakat dalam menangani Covid-19 serta dapat menumbuhkan rasa gotong royong dan saling bantu antar sesama.

“Terima kasih atas kunjungan Kabaharkam dan rombongan di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir. Kami mohon arahan bagi pengembangan dan perbaikan-perbaikan Kampung Tangguh di Kabupaten Malang,” kata Bupati Sanusi.

Di tempat yang sama mewakili Relawan Kampung Tanggung Sitirejo, Andrianto memaparkan, Rumah Tangguh ini awalnya berasal dari sekumpulan relawan Desa Sitirejo yang berinisasi membentuk ketahanan di Desa Sitirejo.

Andrianto mengungkapkan, Kampung Tangguh Sitirejo memiliki harapan terbentuknya 7 Ketangguhan di Desa Sitirejo antara lain, Tangguh Kesehatan, Tangguh SDM, Tangguh Logistik Pangan, Tangguh Informasi, Tangguh Keamanan,Tangguh Psikologi dan Tangguh Budaya.

Relawan Kampung Tangguh sendiri awalnya bertujuan mengumpulkan muda mudi sebagai relawan guna melaksanakan pencegahan Covid-19 bekerjasama dengan Univ Brawijaya. Adapun tindakan yang telah dilaksanakam selama pandemi antara lain penyemprotan disinfektan, lumbung pangan, check poin di pintu masuk desa, dan pelatihan-pelatihan terkait penanganan Covid-19.

Sementara tindakan yang telah dilaksanakan di antaranya kepada penduduk di Desa Sitirejo sebanyak 10.203 jiwa, terbagi atas 5116 laki-laki, dan 5087 perempuan, yang sebagian besar terdampak Covid-19 dan sudah dilakukan pemberian bantuan, dengan alur penyaluran bantuan melalui Pendataan-Penyaluran-Dokumentasi Penerima-Tanda Terima Bantuan.

Kemudian pada portal pengamanan, dilaksanakan pengecekan di pintu masuk Desa Sitirejo meliputi pengecekan masker, thermogun dan cek identitas/asal. Adapun untuk pelatihan pemulasaran jenazah bekerjasama dengan Universitas Kedokteran UB, yang dilatih dari masing-masing dusun di Desa Sitirejo.

Baca Juga:  Sinergi dengan KBPPP, Korbinmas Baharkam Polri Kembali Bagikan Sembako untuk Terdampak Covid-19

“Sebelumnya juga telah dilaksanakan kunjungan oleh Gubernur Jatim dan mendapat apresiasi terkait Kampung Tangguh Desa Sitirejo ini,” katanya.

Untuk kekurangan, lanjutnya, setiap dusun sudah ada pos jaga, namun perlu adanya pembinaan lebih oleh Polri guna pengembangan pengetahuan tentang keamanan meskipun tindak kriminal sudah menurun. Sebagaimana motto Kampung Tangguh “Menanam Karya Melawan Manja”.

Sementara mengawali sambutannya, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, MH sebelumnya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin dalam suasana lebaran ini kepada semua pihak yang hadir.

Kabaharkam mengungkapkan, dirinya beserta rombongan hadir di Jatim atas perintah Kapolri, mengingat Jatim merupakan posisi strategis penopang ekonomi wilayah timur, namun karena merupakan zona merah Covid-19, maka diperintahkan untuk turun membantu secara penuh terkait percepatan penanganan Covid-19.

“Kami datang untuk melaksanakan supervisi di Jatim guna mengetahui kebutuhan dalam penanganan Covid-19 sehingga curva pandemi pada zona merah bisa menjadi turun,” ungkapnya.

Sesuai laporan Bupati, lanjut Kabaharkam, bahwa pasien-pasien yang terdampak Covid-19 bisa sembuh dan itu sebuah nilai positif. “Virus Corona ini tidak bisa hilang meskipun nantinya ditemukan vaksin, maka yang harus kita laksanakan yaitu menyesuaikan pola hidup yang baru, untuk antisipasi penyebaran virus Corona ini untuk laksanakan penyesuaian,” kata Komjen Agus.

Agus berharap, Program Kampung Tangguh dengan 7 Ketangguhan di Desa Sitirejo ini tidak hanya dalam menangani Covid-19, namun dipertahankan sehingga bisa menjadi modal strategis dan bermanfaat bagi ketahanan masyarakat.

Jenderal bintang tiga ini menambahkan, dengan binaan semua pihak, baik TNI/Polri dan Pemda, kampung tangguh ini akan jadi embrio ketahanan masyarakat, baik bidang kesehatan, keamanan dan bidang lainnya.

“Terima kasih kepada Bupati Malang, agar binaan Kampung Tangguh jangan berhenti dalam penanganan Covid-19, namun bisa diagendakan untuk ketahanan lainnya,” tandasnya.

Baca Juga:  Hari Ini, Giliran Warga Menteng Atas Kena Program Solidaritas Sosial Korbinmas Baharkam Polri

Arahan Kabaharkam mendapat apresiasi dari semua pihak. Salah satunya Ketua Relawan yang berharap keberadaan Kampung Tangguh ini bisa dipertahankan keberadaannya dengan binaan dari TNI/Polri dan Pemda.

Jika kampung tangguh ini efektif dalam menangkal virus Corona, maka akan dijadikan role mode dan akan dikembangkan di seluruh Indonesia. “Terima masih kepada semua pihak, semoga akan jadi kebaikan dan dibukakan pintu pahala,” harapnya.

Di sela kunjungan pada Pukul 16.11 Wib juga digelar acara pemberian sumbangan secara simbolis oleh Kabaharkam Polri kepada Perwakilan Relawan Kampung Tangguh. Selanjutnya Kabaharkam meninjau APD dan stok pangan (Lumbung Pangan) yang ada di Lokasi disertai penjelasan oleh Relawan terkait penggunaan APD, stok pangan, serta rumah karantina dan yang berkaitan dengan giat Kampung Tangguh.

Selanjutnya Pukul. 16.15 WIB dilakukan foto bersama diiringi pengucapan semboyan Kampung Tangguh Sitirejo “Menanam Karya Melawan Manja”.

Kampung Tangguh Sitirejo Sangat Luar Biasa

Kampung Tangguh Sitirejo bisa dibilang sangat luar biasa, dengan memiliki 7 Program Tangguh: Tangguh Kesehatan, SDM, Logistik Pangan, Informasi, Keamanan, Psikologi dan Budaya serta semboyan yang sangat bagus, menunjukan sinergitas yang luar biasa dalam mengembangkan ketahanan masyarakat.

Jika di setiap desa memiliki 7 kekuatan seperti kampung tangguh ini, maka akan sangat baik untuk dikembangan di seluruh Jatim, mengingat Jatim merupakan penopang ekonomi wilayah timur.

“Kampung Tangguh sebagi bentuk kita dalam menghadapi virus yang tidak akan hilang agar bisa tetap produktif,” kata Kabaharkam sebelum meninggalkan lokasi Balai Desa Sitirejo bersama rombongan. NP/BN01 – MALANG

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
1