Jalan Lingkar Luar Pulau Karakelang Butuh Perhatian Khusus Gubernur OD

 303 total views

Bhayangkaranusantara.com,-Kalau ada suara lantang dan ungkapan kekecewaan yang sempat di-layangkan sejumlah tokoh Nusa Utara buat orang nomor satu Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey itu sekedar mengingatkan bahwa talaud bukan anak pungut,” tandas Nelson Sasauw, tokoh pemekaran Kabupaten Talaud

Bukan cuma suara lantang dan kicauan yang bernuansa sinisme tetapi juga suara-suara sumbang terucap dari sementara warga Nustar yang berkata, OD-SK hanya butuh dukungan masyarakat Nusa Utara saat momentum Pilgub.

Baca Juga:  Warga Dua Desa di Indramayu Keluhkan Bau Busuk Tak sedap, Ini Penyebabnya

Selebihnya, Nusa Utara terlupakan, itu terbukti dari ke-tidak-berpihakan Olly Dondokambey terhadap pembangunan infrastruktur jalan khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sebut saja pembangunan jalan lingkar luar pulau Karakelang terseok-seok selama puluhan tahun dan tak kunjung tuntas,” ujar Sasauw, anggota dewan penasehat IKISST Sulut.

Jalan lingkar pulau Karakelang tidak hanya menjadi kerinduan dan yang dinanti-nanti masyarakat yang mendiami pulau terbesar di antara pulau-pulau yang ada di Nusa Utara akan tetapi lebih bermakna strategis.

Jalan lingkar pulau karakelang memiliki nilai strategis sebagai sebuah kawasan pertumbuhan ekonomi baru sehingga butuh perhatian khusus dari Gubernur Olly Dondokambey,” terang Sasauw.

Baca Juga:  Perusahaan NNS Pringsewu Di Pertanyakan Pertanggung jawabannya Oleh Pihak Nasabah

Membangun dari pinggiran, perbatasan, pulau terluar, daerah terpencil merupakan visi yang tertuang dalam Nawa-citanya Presiden Joko Widodo yakni, mempersolek dan mempercantik beranda NKRI dengan pembangunan.

Namun sayang kata Sasauw, Nawa-citanya Presiden Jokowi masih sebatas pemanis kata tanpa makna dan belum sepenuhnya terejah-wantakan oleh sementara kepala daerah yang membawahi sejumlah daerah perbatasan.

Pembagian”kue” pembangunan jauh dari kata adil apalagi merata, sarana-prasarana publik dan infrastruktur jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Sulut sangat minim, bisa di-sebut tertinggal dengan daerah-daerah lain,” kata Sasauw.

Termasuk jalan lingkar pulau Salibabu dan sejumlah jalan Provinsi di pulau tersebut cukup memprihatinkan bahkan ada salah-satu ruas jalan yang sudah di tutupi semak-semak dan di tanami sejumlah tanaman oleh warga setempat, sungguh memiriskan,” ucapnya.

Apalagi mau menuntut lebih “Jauh panggang dari api” jangan berharap banyak putra-putri terbaik Nusa Utara bakal terakomodir masuk dalam kabinet OD-SK itu bagai mimpi di siang bolong,” kata Sasauw.

Apalagi jika melihat “etalase” kabinet OD-SK saat ini di duga “sarat nepotisme” di dalamnya berkecimpung birokrat, politisi yang berlatar belakang keluarga, kakak, adik, ponakan dan kerabat terdekat lainnya,” tandas Sasauw.

Meski pun Nusa Utara berhasil meraup suara terbanyak saat Pilgub 2020 untuk pasangan OD-SK khususnya Kabupaten Talaud dengan perolehan suara signifikan dalam kisaran angka 80% belum ada satu pun birokrat Talaud masuk kabinet OD-SK, usai Pilgub 2020 sampai dengan saat ini

Sebagaimana yang tertuang dalam dalam 10 program pembangunan OD-SK antara lain,Pembangunan Jalan Lingkar Luar Pulau Karakelang, Lingkar Luar Pulau Salibabu, dan Jembatan Salibabu-Karakelang yang panjang bentangannya kurang lebih 1 km.

Jalan lingkar pulau Karakelang yang punya nilai strategis saja hingga kini tak kunjung tuntas apalagi berharap realisasi pembangunan jembatan yang membentang dari pulau Salibabu-Karakelang mungkin saja itu hanya sebatas mimpi Gubernur OD, yang bisa saja tak terwujud,” sebut Sasauw. (John-Sulut)

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0