Irjen Pol. Arman Depari: “Indonesia Pasar Narkoba Terbesar di Asia”

 193 total views

Dari tahun ke tahun, kasus penyalahgunaan narkotika di Negara ini terus meningkat, bahkan kini mulai menyasar ke kalangan generasi muda Millenial berumur antara 15 sampai 35 tahun. Lebih ironis lagi, Indonesia hingga saat ini masih menjadi salah satu negara sasaran peredaran narkotika bahkan sudah para sindikat dan bandar sudah bisa memproduksi narkotika di Negara ini.

Melihat dari angka statistik yang ada, 40 persen penduduk Indonesia adalah generasi muda yang potensial (menjadi penyalahguna narkoba-red.) dan kini tak hanya dilirik sebagai pasar oleh para bandar narkotika di lingkup Asia Tenggara, tetapi juga sudah sampai di tingkat Asia bahkan dunia. Hal ini diungkapkan Deputi Pemberantasan​ BNN​ RI Irjen Pol​ Arman​ Depari dalam keterangannya saat Rakernas (Rapat Kerja Nasional) IPWL Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah dan Mengobati (Bakornas GMDM) di Hotel Desa Wisata TMII Jakarta, 4 – 6 April 2019.

Besarnya angka generasi millenial sebagai penyalahguna narkotika perlu ditangani secara khusus, mengingat generasi millenial merupakan generasi yang sangat menentukan arah pembangunan bangsa. “Itu potensial menjadi penyalahguna narkoba. Indonesia saat ini salah satu pasar yang paling besar, bukan hanya untuk Asean tapi juga Asia. Bahkan kalau kita lihat dari jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat dunia,” ucap Irjen Arman Depari, Jumat (5/4/2019).

Arman mengungkapkan, penyalahgunaan narkotika di Indonesia menjadi masalah serius bukan karena jumlah kasus meningkat. Tetapi, generasi muda atau milenial yang menurutnya paling rentan menjadi penyalahguna narkoba. “Karena itu ini menjadi salah satu fokus kita dan perlu ditangani secara khusus karena merupakan kelompok yang bakal memimpin bangsa,” katanya.

Jelasnya, kata Arman Depari, harus semua sumber daya, baik semua manusia dan peralatannya diarahkan ke sana, digunakan ke sana karena situasinya sudah darurat. “Indonesia saat ini salah satu pasar (narkoba) yang paling besar. Kalau sekarang sudah darurat itu sudah harus segala daya upaya. Bukan lagi situasi normal, kalau situasi normal mungkin kita tidak terlalu peduli,” kata Arman Depari.

Baca Juga:  Polsek Ogan Ulu Polres OKU Giat Patroli Karhutla Gabungan

Arman menegaskan, faktor ketidakpedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba jadi satu kendala dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia. Pasalnya permintaan suplai narkoba dari penyalahguna narkotika di Indonesia setiap tahunnya melonjak sehingga bandar narkoba terus memproduksi tanpa takut merugi.

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0