IPB Gunakan Drone untuk Pemetaan dan Deteksi Kekeringan di Purbalingga | Bhayangkara Nusantara

IPB Gunakan Drone untuk Pemetaan dan Deteksi Kekeringan di Purbalingga

 111 total views

TIM Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan pemetaan dengan menggunakan drone di Kabupaten Purbalingga pada 10 s.d 12 September 2020 

Pemetaan dilakukan di hamparan sawah Desa Penolih, Cilapar, Tejasari Kecamatan Kaligondang, Desa Bandingan dan Lamuk Kecamatan Kejobong serta Desa Bukateja Kecamatan Bukateja.

Pemetaan ini dalam rangka penelitian yang dipimpin Ketua Peneliti Prof. Dr. Lilik Budi Prasetyo, M.Sc dan anggota Peneliti Dr. Yudi Setiawan, M.Sc serta Arif Kurnia Wijayanto, M.Sc berjudul “Pemanfaatan Teknologi Drone dengan Sensor Kamera Multispectral untuk Deteksi Kekeringan pada Lahan Padi Sawah Mendukung Program Asuransi Pertanian Berbasis Smart-Farming”. Adapun tim pemetaan di lahan berjumlah 8 orang.

Arif Kurnia Wijayanto, selaku Koordinator Tim Pemetaan mengatakan, tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pendugaan gejala kekeringan pada tanaman padi sawah menggunakan teknologi penginderaan jauh dan mengembangkan paket teknologi sistem deteksi cepat kekeringan pada tanaman padi sawah untuk program asuransi pertanian.

Penelitian ini adalah salah satu Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi/Penelitian Aksi Agro Maritim 4.0 sebagai kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang sudah ditandatangani Rektor IPB dan Bupati Purbalingga pada Desember 2018 di Bogor.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan, Hafidhah Khusniyati, SP yang turut mendampingi tim menerangkan, di Desa Penolih sering terjadi banjir, sementara di Desa Tejasari mengalami kekeringan karena berada di bagian ujung saluran irigasi.

Kepesertaan Asuransi Usaha Tani Padi di Kecamatan Kaligondang cukup baik. Saat terjadi banjir tahun 2017, belasan hektar sawah di Desa Penolih mendapat klaim asuransi dari PT. Jasindo sebesar Rp. 6.000.000,- per ha.

Mukodam, SPt selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga sangat mengapresiasi kegiatan penelitian ini, apalagi bekerjasama dengan IPB, saat ini sedang dikembangkan pemberdayaan ekonomi petani melalui Komunitas Estate Padi di dua desa, yaitu Desa Bukateja dan Penolih.

Baca Juga:  Porter, Security, Cleaning Service Bandara Samrat Ketiban Banso, Walikota Manado, "Mereka Adalah Rakyatku"

Pemetaan yang dilakukan dapat digunakan sebagai langkah awal menuju konsolidasi lahan/korporasi pangan untuk mencapai tingkat kesejahteraan petani yang lebih tinggi. Sigit – Purbalingga

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1