Investor China Dideportasi, Bupati Sangihe Sesalkan Tindakan Imigrasi Tahuna

 211 total views

SEORANG investor, warga negara asing (WNA) asal Guandong, China bernama Li Dawei yang datang ke Sangihe dideportasi secara sepihak oleh pihak Imigrasi Tahuna pada pekan lalu.

Bupati Sangihe, Jabes Ezar Gaghana yang tahu kabar ini merasa kesal dan menilai tindakan seperti ini dapat merugikan masyarakat Sangihe.

Sikap ego sektoral yang tidak terpuji mulai dipertontonkan pihak Imigrasi Tahuna setelah pekan lalu tanpa basa basi menahan, memeriksa dan mendeportasi secara sepihak Li Dawei. Padahal Mr. Li merupakan pengusaha yang rencananya siap berinvestasi di Sangihe.

Bupati Sangihe yang dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait masalah ini menyatakan sangat menyesalkan sikap sepihak yang dilakukan oleh pihak Imigrasi Tahuna tersebut.

Baca Juga:  Dilema Penertiban PETI di Bolmong
Baca Juga:  Kaki Diamputasi, Korban Pemasang Baliho Calon Walikota Tomohon Gugat Walikota Cs 7,7 M

“Saya sebagai bupati dan juga sebagai Ketua Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Sangihe sangat menyesalkan tindakan pihak imigrasi Tahuna, sebab dalam masalah ini saya tidak pernah mendapatkan laporan sebagai Ketua Timpora. Harusnya pihak imigrasi memberikan laporan kepada saya,” tegas Gaghana, Selasa (8/6/21).

Sepengetahuan Gaghana, Mr. Li Dawei adalah investor asing yang rencananya akan berinvestasi di Sangihe. Mr Li sudah kali kedua datang di Sangihe dengan tujuan untuk investasi dan memiliki pasport jelas terkait keberadaannya di Indonesia khususnya Sangihe.

“Tapi kenapa pada saat dia datang kedua kalinya ke Sangihe justru ditangkap, ditahan dan langsung dideportasi sepihak oleh kantor Imigrasi Tahuna,” kata Gaghana.

Meski demikian, Gaghana juga mengakui adanya kesalahan kecil yang dilakukan Mr. Li pada saat datang kedua kalinya, pasport asli miliknya sedang dalam masa perpanjangan di Kantor Imigrasi Manado, sehingga ia hanya dapat menunjukan pasport via foto dalam HP kepada petugas Imigrasi Tahuna dan langsung ditahan hari itu juga.

Karena Mr. Li sudah diamankan Imigrasi Tahuna, pasport aslinya akhirnya dikirim pihak Imigrasi Manado ke Tahuna dan pasport tersebut ternyata masih berlaku. Tapi sangat disayangkan ternyata Mr. Li Dawei justru sudah dideportasi oleh pihak Imigrasi Tahuna ke asalnya di Guandong china. .

Dalam polemik ini, lanjut Gaghan, dirinya akan berkoordinasi terkait deportasi sepihak Mr. Li Dawei yang memiliki pasport asli dan dokumen yang lengkap.

“Jelas tujuannya datang ke Sangihe adalah investasi. Dengan pemberlakuan pihak imigrasi yang seperti ini pasti merugikan masyarakat Sangihe dan praktek seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Saya akan terus berkoordinasi,” kata Gaghana yang baru mengetahui masalah ini dari insan pers. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
1
+1
0
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0
+1
0