Ilegal Loging Menggila di Sulut, LSM Trikora Minta Presiden Bertindak | Bhayangkara Nusantara

Ilegal Loging Menggila di Sulut, LSM Trikora Minta Presiden Bertindak

 367 total views

PRAKTEK ilegal Loging di Sulawesi Utara (Sulut) kian menggila tanpa bisa dicegah. Sejumlah kendaraan pengangkut kayu ilegal nampak jelas di depan mata tanpa tersentuh aparat penegak hukum, kalau pun ditangkap sering berujung damai.

Jikapun ada yang sempat naik peradilan dan diadili, hanya kelas terinya saja. Sementara pelaku utama hampir tak tersentuh. Akibatnya pencurian kayu terus berlangsung dan hutan negara kritis akibat penggundulan hutan oleh pelaku ilegal loging.

Seakan, para pelaku diduga ada main mata dengan aparat penegak hukum. Hal itu berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan bhayangkaranusantara.com dari narasumber yang tak bersedia disebut namanya yang menyebut adanya sejumlah oknum penyidik PPNS Gakum, termasuk oknum Kadishut Provinsi Sulut yang diduga menerima jatah bulanan dari pihak pengusaha rumah panggung.

LSM Trikora Minta Presiden Bertindak, Ilegal Loging Menggila di Sulut
Gudang penimbunan kayu milik B dan JE dan Rumah Panggung Produksi Desa Woloan, Kota Tomohon Sulut
Baca Juga:  Dikerjakan Asal, Proyek P3 TGAI di Desa Rancamulya, Indramayu "Amburadul"
Baca Juga:  Belum Dibayar, Pekerja Proyek Rehab Total Gedung Paket 2 Jakarta Pusat di SD Semper Barat Demo

Sejauh ini, informasi tentang jatah-jatahan dari pengusaha industri yang bergerak di bidang pembuatan rumah panggung berbahan baku kayu diduga diperoleh melalui praktek ilegal loging belum terkonfirmasi kepada pihak-pihak yang diduga terlibat konspirasi kejahatan ilegal loging.

Sementara sumber menyebut, oknum berinisial JW dan SL yang diduga cukong dan pelaku ilegal loging di kawasan hutan HL, HPT, HP dan APL, yang memasok kayu curian kepada sejumlah pengusaha perabot dan rumah panggung di Desa Woloan 1, 2 dan 3

“Ada praktek ilegal loging yang dilakoni oknum JD dan SS dan orang-orangnya dilakukan di sejumlah kawasan HL, HP, HPT dan APL yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan dan Bolaang Mongondouw Utara,” ujar sumber.

Termasuk oknum WP, kata sumber, yang juga diduga pelaku ilegal loging di dalam kawasan hutan lindung di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, hingga kini masih leluasa melakukan penebangan kayu tanpa adanya upaya pencegahan dari pihak terkait.

Sementara oknum Kadishut Provinsi Sulut diduga tutup mata dengan semua itu. “Kalau pun ada tindakan hanya sebatas formalitas semata agar terlihat aparat bekerja, ditangkap, kemudian terjadi tawar-menawar untuk mendapatkan imbalan, kemudian dilepas,” ujar sumber.

Selanjutnya kayu curian yang sebelumnya ditangkap petugas diduga dijual kepada sejumlah oknum penimbun/penadah yang tinggal di Desa Woloan 1, 2 dan 3. Mereka antara lain berinisial, RK, DR, NT, CP, D, BE, JE. Nama ini menurut sumber, diketahui penyidik Gakum.

LSM Trikora Minta Presiden Bertindak, Ilegal Loging Menggila di Sulut
Decky Palilingan dan Kadishut Provinsi Sulut
Baca Juga:  L-KPK Sulut Cium Aroma Korupsi Pembangunan Pasar Tradisional Beriman Kota Tomohon

Sementara, Kadishut Provinsi Sulut saat dikonfirmasilewat WA-nya tidak memberi tanggapan apapun. Termasuk oknum JD pemasok kayu, juga tidak memberi tanggapan. Sedangkn pemasok satunya lagi, SS sampai berita ini tayang belum bisa dihubungi.

Menyikapi maraknya praktek ilegal loging di Sulawesi Utara yang kian menggila dan seakan tidak terkendali, LSM Trikora meminta Presiden Joko Widodo segera bertindak. “Rusaknya hutan di Indonesia butuh penanganan dan tindakan tegas terhadap para pelaku ilegal loging,” tandas Decky Palilingan dari LSM Trikora.

Hutan Indonesia kini berada pada fase kritis dikarenakan penggundulan dan eksploitasi kayu terus berlangsung, sehingga tak mengherankan kalau bangsa ini sering dilanda banjir bandang, tanah longsor.

“Untuk mengatasi perusakan hutan butuh penanganan langsung dari Presiden,” ujar Palilingan, mantan Rimbawan selama 40 tahun yang tak memperoleh apa-apa dari negara.  John-Sulut

Komentar Anda
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0