Humas AHKRAB Ahmad Sukri dan Yusuf mendatangi kantor Sat Pol PP Kabupaten OKU

 55 total views

Baturaja – Ketua Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Asosiasi, Hotel, Karoke, Restoran Baturaja (AHKRAB), Asmara Nian didampingi Hendri Marico Bagian Hubungan Antar Lembaga/Industri bersama dua rekan anggota Humas pengurus AHKRAB lainnya, Ahmad Sukri dan Yusuf mendatangi kantor Sat Pol PP Kabupaten OKU.

Kedatangan para pengurus AHKRAB ini ke kantor Sat Pol PP OKU, selain dalam rangka menjalin tali bersilaturahmi sekaligus mendampingi salah satu pemilik usaha karoke keluarga di Baturaja yang tergabung dalam organisasi AHKRAB, berlokasi didepan terminal tipe A Batu Kuning, jalan lintas Sumatera, Kabupaten OKU.

“Bersilaturahmi, juga sekaligus untuk mempertanyakan prihal warung kopi milik ibu Sumarni yang sempat ikut menjadi sasaran operasi Sat Pol PP OKU dalam giat operasi pekat pada Jum’at malam Sabtu (08/04/2022) lalu ,”ujar Asmara kepada media ini saat sedang berada di kantor Sat Pol PP OKU, Senin (11/4/22).

Dikatakan Asmara, menurut pengakuan Sumarni pemilik warung kopi, pada giat operasi tersebut ada oknum anggota Sat Pol PP OKU meminta agar ibu Sumarni menutup warung kopi miliknya. Jika tidak, izin usaha Karoke keluarga milik ibu Sumarni yang berada dilantai dua ruko yang disewanya akan dicabut.

“Disini kita perlu penjelasan kebenaranya, kenapa izin usaha karokenya harus dicabut. Sedangkan usaha karoke keluarga milik ibu Sumarni ini sudah lama tutup sejak memasuki awal bulan Ramadhan sesuai dengan surat edaran Bupati OKU ,”kata Asmara.

Diungkapkannya, yang mana dalam surat edaran Bupati diantaranya menyebutkan, jika hanya melarang usaha hiburan malam seperti karoke, panti pijat, dan lainnya, untuk tidak beroperasi selama bulan suci Ramadhan. “Tidak termasuk warung kopi juga harus ikut tutup ,”ucap Asmara.

Sementara itu, Sumarni yang juga merasa kecewa atas sikap beberapa oknum anggota Sat Pol PP OKU saat melakukan operasi dinilainya berlebihan. Pasalnya, ketika mendatangi warung milik kopi nya tampak beberapa dari anggota Sat Pol PP sedang marah-marah kepada anak laki-lakinya yang masih remaja.

“Saat itu anak laki-laki saya bersama 4 orang lainnya yang terdiri dari pacar anak saya, anak angkat saya, keponakan saya, dan teman anak angkat saya sedang bermain kartu remi, lalu didatangi beberapa orang anggota Sat Pol PP berpakaian dinas langsung menyuruh mereka bubar, dan dengan paksa menyuruh mereka keluar dari warung ,”ungkapnya.

Baca Juga:  Luar Biasa... Polisi Selebriti Mampu Jadi Agen Pemerintah untuk Tangkal Hoax

Saya pun ikut kaget, sambung Sumarni, ketika saya mendekat langsung ditanya tentang izin karoke sambil mengancam akan mencabut izin karoke saya jika saya masih buka warung kopi. Bahkan, tak puas sampai disitu, mereka naik ke lantai atas mengecek apakah usaha karoke saya buka, namun tidak seorang pun yang mereka temukan, karena usaha karoke saya memang sudah tidak beroperasi selama bulan Ramadhan ini ,”terangnya.

“Selain itu saya juga merasa dirugikan dengan beredarnya rekaman video saat warung saya sedang di operasi (razia, red). Yang mana video tersebut bersama beberapa video hasil operasi Sat Pol PP OKU ditempat lain di unggah oleh akun Facebook milik orang bernama Agus Salim hingga viral, dan dibanjiri berbagai komentar negatif. Seolah warung kopi saya ini telah menyalahi aturan. Padahal itu semua tidak terbukti benar, sebab usaha Karoke saya telah saya tutup selama bulan Ramadhan sesuai aturan ,”keluh Sumarni.

Menyikapi hal tersebut, Kasat Pol PP OKU Agus Salim melalui Sopyan Kabid Trantib didampingi beberapa anggota Sat Pol PP OKU lainnya saat menyambut para pengurus AHKRAB beserta rombongan menyampaikan, bahwa informasi yang beredar mengenai pihaknya akan mencabut izin usaha karoke milik ibu Sumarni jika masih membuka warung kopi, itu tidak benar.

“Yang benar adalah, saat itu anggota kami menghimbau ibu Sumarni selaku pemilik warung kopi jika nekat membuka usaha karokenya di lantai dua, maka izin nya akan kami cabut ,”ujar Sopyan.

Dikatakan Sopyan, tujuan pihaknya melaksanakan operasi pekat malam itu, selain menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai adanya informasi beberapa tempat usaha yang dilarang didalam surat edaran masih berani beroperasi di malam hari, juga untuk menghimbau agar para pengusaha hiburan malam lainnya agar selalu mentaati aturan yang ada.

“Sebelumnya ada laporan masyarakat yang masuk ke kami, dalam laporan tersebut menyebutkan jika ada salah satu tempat hiburan malam atau biasa disebut cafe remang-remang di jalan cor beton Batu Kuning yang menjual minuman keras masih beroperasi, meski sudah dilarang dalam surat edaran, cafe tersebut masih berani buka di malam hari ,”ungkap Sopyan.

Baca Juga:  Beredar Voucher Atas Namakan Dirinya, WL: “Ini Pemalsuan, Gandeng Nama Saya”

Lalu, sambung dia, turunlah perintah kepada kami selaku aparat penegak Perda untuk melakukan operasi pekat. Namun ketika kami mendatangi cafe remang-remang tersebut sudah tutup, diduga informasi operasi kami telah bocor. Kemudian, pada saat melintasi tempat usaha ibu Sumarni, kami melihat pintu roling dor terbuka seperti sediakala ,”jelas Sopyan.

“Saat kami menghampiri ruko tersebut, didalam warung ada sekelompok orang, dua diantaranya perempuan. Mereka semua sedang bermain kartu remi. Saat kami tegur, mereka semua tampak tidak menghiraukan kedatangan kami. Kemudian seorang pemuda remaja salah satu diantara mereka, ketika kami tanya malah seperti mengabaikan seolah tidak menghiraukan kedatangan anggota saya ,”paparnya.

Selanjutnya, lebih dalam disampaikan Sopyan, dengan sikap mereka seperti itu anggota saya dengan tegas meminta mereka untuk membubarkan diri sambil menyuruh mereka keluar dari warung. Kemudian datanglah ibu Sumarni ini, lalu kami himbau untuk jangan membuka usaha karokenya jika tidak ingin izin usaha Karoke tersebut kami cabut. Dan pada saat itu, ketika kami cek memang benar jika usaha karoke ibu Sumarni tidak beroperasi (tutup, red) ,”ucap Sopyan.

Saat ditanya mengenai video hasil giat operasi pihaknya yang beredar di medsos ?, Sopyan mengaku tidak mengetahui akan hal tersebut.

“Saya tidak tahu dari mana Kasat kami (Agus Salim, red) mendapatkan video tersebut. Karena saya selaku Kabid Trantib yang memimpin operasi malam itu, tidak merasa menyebarkan video yang dimaksud. Jika kalian meminta agar video tersebut dihapus dari Facebook, saya no komen ,”tutup Sopyan.

Kasat Pol PP OKU Agus Salim Ogah Hapus Video di Akun Facebook Pribadi Miliknya !

Terpisah, sementara itu Kasat Pol PP OKU Agus Salim saat dihubungi Humas AHKRAB Asmara Nian melalui via pesan WhatsApp mengatakan, jika ada pihak yang merasa tidak senang terhadap postingan video yang diunggahnya melalui media sosial Facebook pribadi miliknya, agar segera melapor saja ke pihak yang berwajib.

Baca Juga:  Kecewa Berita Hoax Terkait Pemagaran Batas Tanah, Ini Penjelasan PT. BSW

Berikut beberapa rangkuman isi chatingan jawaban dari Kasat Pol PP OKU Agus Salim melalui via pesan WhatsApp yang dikirim kepada Asmara Nian Humas AHKRAB, yang disampaikan Asmara Nian kepada wartawan media ini.

– Unsur terkait pucuk kito sekedar jalankan aturan, (Unsur terkait diatas kita, kita cuma sekedar menjalankan aturan).

– Suruh lah gadu bae, (suruhlah melapor saja).

– Pol PP apo lagi aku Idak pernah neko neko , suruh lah Bae gadu (Pol PP, apa lagi saya tidak pernah neko-neko, silahkan suruh melapor saja).

– Yo ,gadu lah Bae ITE itu kan termasuk berita (Ya, melapor sajalah, ITE itu kan juga termasuk berita).

– Dek salah benar nyo Hakim nentukan , ini puaso maaf dindo As tlg jg Banak berdebat omongkan dari ke dua belah pihak pol PP dg pihak yg kompelin sudah lah , salah benar Hakim mutuskan tu, (Salah benarnya nanti hakim yang menentukan. Ini bulan puasa, maaf adinda Asmara tolong jangan banyak berbedebat, bilangin saja dari dua belah pihak Pol PP sama pihak yang komplin sudahlah, salah benarnya nanti hakim yang memutuskan).

– Facebook , postingan itu pemberitahuan, dg masyarakat , kegiatan gadu lah bae, (Postingan di Facebook itu merupakan pemberitahuan kepada masyarakat, kegiatan, silahkan melapor saja lah). Sebut Agus Salim melalui pesan via Whatsapp nya kepada Humas AHKRAB, Asmara Nian.

Diakhir penyampaiannya, Humas AHKRAB Asmara Nian juga menambahkan jika tidak semua usaha Karoke keluarga di Baturaja ikut tergabung dalam organisasi AHKRAB.

“Tidak semua usaha karoke di Baturaja ini kami izin kan bergabung dalam organisasi kami. Diantaranya cafe remang-remang yang dimaksud, panti pijat, dan salon juga beberapa sebagian kecil lainnya usaha hiburan malam yang tidak termasuk anggota kami. Dan perlu kami tegaskan, semua usaha yang tergabung dalam organisasi AHKRAB telah memiliki izin resmi yang lengkap disertai stiker berlambang AHKRAB yang menempel pada dinding para pengusaha yang tergabung dalam organisasi AHKRAB ,”tandasnya.

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1