Hari Ini, Kadisdik OKU Selatan Penuhi Panggilan Polisi Terkait Dugaan Kasus Ini... | Bhayangkara Nusantara

Hari Ini, Kadisdik OKU Selatan Penuhi Panggilan Polisi Terkait Dugaan Kasus Ini…

 88 total views

PASCA mundurnya Zulkifli dari jabatan Kepala Desa (Kades) Sugihan, Kecamatan Muaradua Kisam, OKU Selatan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu saat mencalonkan sebagai kades setempat, tetap tak menjadi alasan bagi pihak kepolisian untuk menghentikan perkara yang sudah dilaporkan masyarakat dan sampai saat ini masih ditangani penyidik.

Hari ini, Selasa (25/8), Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten OKU Selatan, Zulfakar Dhani, S.Sos, MM ikut dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait mekanisme legalisir yang tertera di ijazah sebagaimana laporan masyarakat bahwa ijazah yang digunakan Zulkifli tersebut diduga palsu.

Sementara, Zulfakar Dhani, S.Sos, MM di hadapan media usai dimintai keterangan penyidik mengungkapkan, kedatangannya hari ini sebagai Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan untuk dimintai keterangan terkait seperti apa kewenangan serta mekanisme legalisir yang harusnya diterapkan Dinas Pendidikan.

“Sesuai dengan aturan Permendikbud Nomor 29 tahun 2014 tentang pengesahan fotokopi ijazah/surat tanda tamat belajar, surat keterangan pengganti ijazah/surat tanda tamat belajar dan penerbitan surat keterangan pengganti ijazah/surat tanda tamat belajar jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat saya petikkan isinya akan kami uraikan sebagai berikut “Dalam Bab II dijelaskan mengenai pengesahan fotokopi Ijazah/STTB, ijazah paket, maupun surat keterangan pengganti ijazah dilakukan oleh kepala satuan pendidikan (kepala sekolah) yang mengeluarkan ijazah/STTB yang bersangkutan. Jika sekolah atau satuan pendidikan sudah tutup/tidak beroperasi maka dilakukan oleh Kepala Dinas kabupaten kota membidangi pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan dimana sekolah tersebut berada (pasal 2 ayat 4),” terang Zulfakar.

Selanjutnya, untuk ijazah paket disebutkan dalam ayat 5: Pengesahan fotokopi ijazah paket dan surat keterangan pengganti ijazah paket yang dikeluarkan oleh Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi pendidikan dilakukan oleh Kepala Dinas kabupaten/kota yang membidangi pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan.

Baca Juga:  Diduga Beri Keterangan Palsu, Ahli Waris Kasus Tanah di Jimbaran Kembali Lapor ke Polresta Denpasar

Dan yang ketiga, “Dalam ayat 6 disebutkan khusus mereka yang ingin melegalisir ijazah jika tidak berada di sekolah/kabupaten berada maka Dinas Kab setempat boleh. Pengesahan fotokopi ijazah/STTB dan surat keterangan pengganti ijazah/STTB bagi pemohon yang berdomisili di kabupaten/kota yang berbeda dengan kabupaten/kota sekolah asal dapat dilakukan oleh Kepala Dinas kabupaten/kota yang membidangi pendidikan di tempat pemohon berdomisili”.

Di sisi lain, Zulfakar mengakui dirinya baru mengetahui dan melihat langsung ijazah bersangkutan yang diduga palsu tersebut. “Karena berkas ini belum pernah saya lihat sebelumnya atau belum pernah sampai ke meja saya,” jelas Zulfakar Dhani, S.Sos, MM.

Sebelumnya salah seorang Kabid di Dinas Pendidikan yang saat itu tertera tanda tangannya di ijazah tersebut, Eduarken saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengungkapkan, yang jelas pihak Dinas Pendidikan tidak akan melegalisir ijazah yang tidak membawa ijazah aslinya.

Terkait dugaan ijazah palsu kades bermasalah tersebut dirinya tidak mengetahui persis dan mengaku lupa. “Karena kalau mau diingat satu per satu saya tidak ingat. Bisa saja saya sendiri, bisa saja staf saya,” ucap Eduarken, yang diketahui saat itu menjabat sebagai Kabid SMP di Dinas pendidikan Kabupaten OKU Selatan.

Sementara, Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap, SIK melalui Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Apromico, SH, SIK, MH yang disampaikan penyidik Bripka M. Taufik, SE mengungkapkan, pemanggilan terhadap Kepala Dinas Pendidikan hari ini adalah untuk dimintai keterangan terkait wewenang dan mekanisme penglegalisiran dari pihak dinas, dimana sesuai laporan masyarakat bahwa ijazah yang digunakan mantan Kades Sugihan Zulkifli diduga palsu.

“Saat ini sudah kita ketahui bersama bahwa yang bersangkutan selaku kades sudah mengundurkan diri bahkan sudah tidak ada di tempat,” jelas M. Taufik SE. Slamat – OKUS

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1