H. Lalu Winengan, HK: “PNS Selalu Tersiksa Jelang Pilkada” – Bhayangkara Nusantara

H. Lalu Winengan, HK: “PNS Selalu Tersiksa Jelang Pilkada”

 132 total views,  1 views today

JELANG Pilkada 2020, salah seorang istri PNS, yakni Sekda NTB menjadi sorotan publik dan disoal lantaran diminta untuk cuti dari jabatannya. Terkait persoalan itu, Drs. H. Lalu Winengan, MM. HK, selaku PNS yang saat saat ini menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Lombok Barat angkat bicara saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (22/09/20).

Winengan mengungkapkan, saat menjelang pilkada PNS atau ASN selalu tersiksa dan jadi sorotan ketika ada keluarga atau kerabat yang ikut kontestasi dalam pilkada. Terlebih saat ini, ada salah seorang istri dari ASN itu sendiri yang mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah di Lombok Tengah, belum apa-apa sudah diminta cuti.

“Semua itu ada aturan mainnya. Kalau ada pelanggaran yang dilanggar atas nama jabatan yang diemban, silakan dilaporkan sesuai regulasi yang mengatur tentang larangan ASN itu sendiri. Tapi jangan sedikit dikit minta orang untuk cuti, walaupun kami ASN punya hak politik juga untuk dipilih maupun memilih, tentu ada aturannya untuk menyalurkan hak politik kita,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jangan sampai selaku PNS atau ASN iselalu tersiksa dan jadi korban menjelang pilkada. “Saya akan membela hak-hak sesama ASN karena saya prihatin melihatnya. Ketika momentum pilkada datang selalu yang jadi sorotan ASN. Padahal panwas sudah ada yang mengawasi ketika ada pelanggaran, tinggal dilaporkan saja, karena semua sudah diatur sanksi-sanksinya juga,” ujarnya.

Winengan, HK yang juga Wakil Ketua PWNU NTB mempertegas, pada SKB Lima Menteri itu hanya tertuang cuti bagi ASN yang mengikuti pilkada sebagai calon kepala daerah, bukan bagi istri atau suaminya atau kerabatnya.

“Semuanya jelas kok, diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) sehingga ASN masih bisa mendampingi, mulai dari tahapan pendaftaran di KPU maupun saat penetapan paslon, kecuali saat kampanye dia mau ikut turun mendampingi itu baru wajib untuk melakukan permohonan cuti,” papar Winengan.

Baca Juga:  LSM LIPAN Jabar Datangi Kantor Desa Gabuswetan, Minta Klarifikasi Logo BUMDes, Kades Malah Putarbalikan Fakta

Sementara menyoroti terkait istri Sekda NTB yang mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Lombok Tengah, lanjutnya, selama ini dia tidak pernah menggunakan fasilitas kedinasannya untuk turun ke masyarakat untuk mendampingi istrinya.

“Beliau lebih paham kok dengan aturan itu, sehingga kita jangan terlalu panik dan berlebihan menilai persoalan istri atau keluarga daripada ASN yang ikut kompetisi dalam pilkada ini,” tutupnya. Shr – NTB

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1