GMBI Purbalingga Gelar Aksi Demo Kecurangan Program BPNT

GMBI Purbalingga Gelar Aksi Demo Kecurangan Program BPNT

 1 total views,  1 views today

SEKITAR 450 massa GMBI menggelar aksi damai dengan menyuarakan suara rakyat terkait program sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dinilai sarat kecurangan. Dengan diiringi lagu GMBI massa/anggota berkumpul di depan gedung Pemda Purbalingga mulai sekitar pukul 10.00 Wib.

Massa LSM GMBI yang berkumpul dari beberapa kecamatan di Kabupaten
Purbalingga. Terlihat Ketua LSM GMBI Kabupaten Purbalingga Teguh Arieanto dan Sekretaris Alif Setiyo Aji dikawal anggota berseragam loreng khas LSM GMBI melakukan persiapan untuk aksi tersebut.

Aksi damai dimulai tepat pukul 10.00 wib hingga 13.30 Wib berjalan lancar tanpa tindakan rusuh, sekalipun suasana sempat memanas terjadi aksi dorong pintu gerbang kantor Pemda saat perwakilan LSM GMBI berada di ruang rapat bupati.

Aksi dimulai dengan dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan UUD 45, Pancasila dan lagu lagu GMBI hingga puncak acara yaitu orasi yang diisi beberapa anggota LSM GMBI. Intinya mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Purbalingga melakukan pembenahan dan evaluasi total terkait prosesi penyaluran bantuan pangan non tunai tersebut agar tidak ada potensi kecurangan.

Dengan jumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sebanyak 115.000 se-Kabupaten Purbalingga yang terdiri dari 18 kecamatan dan 239 desa dan kelurahan dan per KPM menerima bantuan senilai sembako seharga 200 ribu/KPM.

Ketua LSM GMBI ketika diwawancarai mengatkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi dan diduga kuat adanya potensi kecurangan terkait program tersebut.

Di tengah berjalannya aksi damai, LSM GMBI dipersilakan untuk masuk ke ruang Rapat Bupati sebanyak 5 orang untuk duduk bersama dan menyampaikan aspirasinya di antaranya Alif Setiyo Aji sebagai Sekretaris, Markus Puji Hartono sebagai Kordiv Investigasi, Iwan sebagai Tim Investigasi, Friyan sebagai Ketua LSM Karangjambu dan Div Humas Ade Pramuji.

Baca Juga:  Naas... Seorang Pria di Purbalingga Meninggal Tersambar Petir Saat Panen Padi

Dalam pertemuan LSM GMBI menyampaikan beberapa hal yang dianggap berpotensi merugikan uang negara yang antara lain Terkait KPM yang diduga kuat ditemukan adanya KPM yang saat ini keadaan ekonominya mapan tetapi masih menerima program BPNT, sementara untuk masyarakat yang kategori miskin justru tidak menerima.

Diduga juga adanya unsur KKN terkait masyarakat yang menerima program ini antara Perangkat Desa dengan warga karena masih adanya hubungan saudara, maka Perangkat Desa lebih mengutamakan warga yang masih ada hubungan saudara itu dengan mengesampingkan masyarakat yang seharusnya layak memenuhi kriteria pra sejahtera.

Selain itu, diduga kuat E-Waroeng tidak menjalankan proses pemanfaatan dana bantuan program sembako yang seharusnya dilaksanakan dengan tahapan sesuai prosedur. Selain itu juga ada indikasi kuat tidak tercapainya kriteria E-Waroeng yang berfungsi sebagia sarana pengadaan material sembako dikarenakan E-Waroeng seharusnya mempunyai kriteria.

Ada juga indikasi kuat Konsesus antara E-Waroeng, Suplayer (Pihak Pengadaan Beras), oknum Dinas dan Pengawas di lapangan yang diduga terjadinya pembagian wilayah suplay untuk suplayer/pengadaan material sembako tersebut dan dugaa terkait kualitas matrial dan volume tidak kompetitif sampai terjadi pembohongan publik dan masih banyak lagi kasus lainnya.

Sekretaris GMBI Alif Setiyo Aji mengatakan, terkait aspirasi LSM GMBI Purbalingga sudah didengar dengan baik dan diterima langsung Bupati dengan beberapa jajaran dan dinas terkait.

Sementara Bupati Purbalingga yang akrab dipanggil Ibu Tiwi kemudian berjanji akan melakukan evaluasi secara serius terkait aspirasi dari LSM GMBI Purbalingga dalam waktu cepat ini. Fajri – Purbalingga

Facebook Comments
%d bloggers like this: