Giat Konsultasi Publik RPJMD 2021, Walikota Tomohon: Tahapan Awal Sudah Dilaksanakan

 322 total views

WALIKOTA Tomohon, Caroll J. A. Senduk, SH menghadiri sekaligus membawa materi pada kegiatan Konsultasi Publik RPJMD Tahun 2021 – 2026 yang digelar di Aula Lantai III Mal Pelayan Publik Tomohon, Kamis (25/3/21).

Dalam giat konsultasi tersebut, Walikota Caroll didampingi Ketua TP PKK Kota Tomohon, drg. Jean D’Arc Senduk – Karundeng dan Sekretaris Daerah, Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si.

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Tomohon Bahas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020
Baca Juga:  Pemkot Tomohon Ikuti Launching Literasi Digital Secara Virtual Bersama Presiden

Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Bapelitbangda, Drs. Daniel Pontonuwu yang menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh masukan penyempurnaan rancangan awal RPJMD.

Walikota Tomohon dalam sambutannya mengatakan, tahapan awal sudah dilaksanakan, yaitu penyusunan dokumen rancangan teknokratik RPJMD Kota Tomohon tahun 2021-2026 yang merupakan dokumen perencanaan 5 tahunan yang disiapkan pemerintah dengan sepenuhnya menggunakan pendekatan teknokratik sebelum terpilihnya kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Menurut Walikota, setiap perencanaan pembangunan harus dilakukan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah, sehingga dapat tepat sasaran serta tujuan.

“Selanjutnya tahapan yang kita laksanakan saat ini yaitu forum konsultasi publik, momen yang sangat strategis bagi kita untuk mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan rencana pelaksanaan pembangunan yang mampu menjawab isu-isu strategis serta untuk mendapatkan masukan dan saran guna menyempurnakan rancangan awal RPJMD Kota Tomohon tahun 2021-2026,” jelasnya.

Walikota berharap, dalam konsultasi publik ini para kepala perangkat daerah dan jajarannya dapat berperan secara optimal dalam mengawal program dan kegiatan strategis sebagaimana tertuang dalam visi dan misi dalam RPJMD Kota Tomohon tahun 2021-2026 sehingga menghasilkan output dan outcomes kegiatan pembangunan yang lebih baik dan memberikan kontribusi terhadap pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Daerah (IKD).

Caroll juga mengapresiasi positif adanya forum ini, yang melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan daerah. Momentum ini merupakan serangkaian partisipasi publik untuk menghasilkan kesepakatan tahap-tahap penting dalam pengambilan keputusan perencanaan.

Selain itu kata Walikota, momen ini juga merupakan wahana bagi elemen masyarakat, stakeholder dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan kontribusi yang efektif pada setiap kesempatan perencanaan yang partisipatif.

“Sehingga kami harapkan kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk dapat mengkaji ulang dan mengevaluasi hasil-hasil proses perencanaan yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Tomohon, dan penyusunan dokumen RPJMD Kota Tomohon tahun 2021-2026 tentunya harus mengacu pada visi ‘Tomohono Maju, Berdaya Saing dan Sejahtera,” papar Walikota.

Walikota juga mengatakan, kemajuan pembangunan di Kota Tomohon ini merupakan hasil sinergitas yang baik antara pemerintah, DPRD dan seluruh elemen masyarakat Kota Tomohon.

“Ini terlihat dari beberapa indikator makro ekonomi Kota Tomohon yang dapat kami gambarkan sebagai berikut, dimana persentase penduduk miskin Kota Tomohon tahun 2020 mencapai 5,60% dari tahun 2019 sebesar 5,62% mengalami penurunan,” ungkapnya.

Hal ini juga menunjukkan bahwa melalui program dan kegiatan yang nyata dari Pemerintah Kota Tomohon berpengaruh cukup signifikan pada penurunan angka kemiskinan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 naik mencapai 76,69 dari angka 76,67 di tahun 2019.

“Tentunya pencapaian berbagai keberhasilan di atas berkat usaha dan upaya dari kita semua selaku pemangku kepentingan dalam berupaya meningkatkan akselerasi pembangunan yang berkualitas serta berdampak positif bagi masyarakat Kota Tomohon,” ucapnya.

Baca Juga:  ORARI Daerah Lampung Gelar UNAR di Pringsewu

Namun dengan adanya dampak Covid-19 ini, maka pertumbuhan ekonomi Kota Tomohon diproyeksikan akan turun serta tingkat pengangguran terbuka yang mengalami kenaikan di tahun 2020 sebesar 8,99% dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 7,48% dimana 2020 merupakan tahun yang berat bagi dunia khususnya Indonesia karena wabah Covid-19 melanda yang mengakibatkan krisis kesehatan dan berdampak pada melemahnya perekonomian.

“Akibatnya, rencana-rencana strategis pembangunan yang telah ditetapkan diganti dengan kebijakan tanggap darurat dengan memobilisasi semua sumber daya untuk mengatasi Covid-19 ini,” kata Walikota Caroll.

Untuk itu, dalam tahapan penyusunan dokumen RPJMD ini tentu seluruh perangkat daerah harus turut berkontribusi memberikan evaluasi kinerja daerah berdasarkan data-data sesuai dengan tanggung jawab, tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah serta memperhatikan berbagai keberhasilan dan penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Tomohon di berbagai aspek, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian & perikanan, bidang perencanaan dan pelayanan publik.

“Sekaligus pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK-RI selama beberapa tahun berturut-turut yang menjadi bukti nyata bagi kita bahwa pengelolaan keuangan Pemkot Tomohon dalam koridor yang benar transparan dan akuntabel. sehingga menjadi dasar serta motivasi untuk rencana pembangunan ke depan,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri Kepala BAPPEDA Provinsi Sulut diwakili Kabid Monev DR. Adiarto Utia, M.Si, para anggota DPRD Tomohon yang hadir secara virtual, para tim ahli RPJMD Tomohon 2021-2026, seluruh stakeholder serta jajaran Pemerintah Kota Tomohon. Bert – Tomohon

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0