Gegara Pemberitaan Judi Togel, Jurnalis Manado Post Di-Jemput Paksa Personil Polres Tomohon

TOMOHON,- Lagi-lagi sejumlah oknum anggota Polri berulah, gegara pemberitaan yang menyebutkan,  judi toto gelap (togel) makin marak di kota Tomohon, jurnalis Manado Post, Julius Laatung di jemput paksa petugas Kepolisian Polres Tomohon di rumah kediamannya, sabtu (29/10/22).

Peristiwa jemput paksa terhadap Julius  sempat membuat istri yang bersangkutan shock ketika menyaksikan suaminya di perlakukan tidak manusiawi, menurutnya, saya sempat shok karena suami saya di perlakukan bak penjahat kambuhan (bromocora).

Maya Tumewu, istri Lius menuturkan, suami saya dijemput petugas tanpa diberi kesempatan mengganti pakaian juga tanpa disertai surat panggilan dan surat penangkapan,” sebut Maya.

Selidik punya selidik, Gegara pemberitaan seputar maraknya Judi Togel yang tumbuh subur di wilayah hukum Polres Tomohon, Lius dijemput paksa oleh sejumlah personil Polres Tomohon di rumahnya, Perum Griya II Kelurahan Lansot Kecamatan Tomohon Selatan tanpa ada surat panggilan atau surat perintah penangkapan

Kepada sejumlah wartawan yang mewancarainya, Julius mengatakan,    bukan begini caranya memperlakukan seorang wartawan, kalau merasa terusik atau menganggap ada yang salah dalam tulisan saya alangkah eloknya memintai klarifikasi soal pemberitaan saya,” jelasnya

Bukan malah bertindak sewenang-wenang, saya tidak diberi kesempatan untuk ganti pakaian dan dipaksa ikut petugas ke kantor polisi kan bisa di selesaikan di rumah,” ujar Lius sapaan akrabnya.

Menanggapi tindakan sewenang-sewenang oknum aparat kepolisian yang menjemput paksa wartawan Manado Post,  Eugenius Paransi, SH, MH angkat bicara, kepada wartawan media ini senin (31/10/22) menyebutkan, tindakan jemput paksa yang di lakukan sejumlah oknum Kepolisian Polres Tomohon merupakan pelanggaran terhadap azasi manusia,” terangnya.

Menurutnya, Polisi tak boleh asal main tangkap terkecuali tangkap tangan atau tidak mematuhi panggilan pihak kepolisian, itu pun panggilan di lakukan sebanyak dua kali jika belum juga memenuhi panggilan maka di lakukan pemanggilan untuk yang ke-tiga kalinya disertai dengan surat perintah penangkapan, prosedure hukumnya seperti itu, tidak boleh main tangkap,” ujar Paransi.

Baca Juga:  Terjadi di Nagrak Bogor, Hubungan Saudara Putus Karena Warisan

Kata Paransi, mengapa pula pihak Polres Tomohon merasa terusik dan kebakaran jenggot dengan pemberitaan tersebut, ada apa ? tanya Paransi, bukankah lebih bijaksana pihak Polres mengundang yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi seputar pemberitaannya, malah main tangkap,” ujarnya.

Lanjut Paransi meski pun Kapolres sudsh meminta maaf tidak dengan serta merta menghapus perbuatan anak buahnya, Kapolres harus bertanggungjawab dan saya berharap Kapolda menyelidiki lebih jauh tentang hal ini,” harapnya. (Bert/John

Komentar Anda