Gandeng LSM dan Pers, Disnaker Sangihe Sidak, Banyak Temuan Mengejutkan | Bhayangkara Nusantara

Gandeng LSM dan Pers, Disnaker Sangihe Sidak, Banyak Temuan Mengejutkan

 368 total views

BEKERJASAMA dengan Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) dan Pers, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar sidak (inspeksi mendadak) terkait hak-hak tenaga kerja di sejumlah pertokoan, pengusaha jasa kontruksi dan usaha industri seperti pabrik pala dan perhotelan di Kota Tahuna, Kamis (22/4/21)

Dua pengusaha pertokoan terbesar di Tahuna yang mempekerjakan karyawan hingga ratusan orang, masing-masing PT. Paragon Maju Bersama dan Supermarket Megaria Tahuna mendapat giliran sidak hari ini, disusul Minimarket Ceria.

Sementara untuk perusahaan jasa kontruksi PT. Anugrah Dinasti Sakti yang mendapat giliran pertama di sidak hari ini, sedangkan untuk pengusaha industri/pabrik, pengusaha (pabrik pala) satu-satunya yang ada di Sangihe tepatnya di Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna juga disidak pada hari pertama ini.

Baca Juga:  DPRD dan Disnaker Sangihe Sambangi BPJS Manado, Bahas Tiga Hal Mendasar
Baca Juga:  Proses Hukum Menara Alfa Omega Tomohon Mangkrak di Polda Sulut?

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dokta Pangandaheng menjelaskan kepada sejumlah wartawan saat akan mulai melakukan sidak bahwa pihaknya akan evaluasi dan monitoring lapangan terhadap pengusaha (pemberi kerja) terkait pengawasan terhadap hak hak tenaga kerja.

“Kami mau melihat langsung dari dekat apakah upah tenaga kerja sudah sesuai UMK, juga apakah para tenaga kerja diberikan THR, dan yang paling penting lagi apakah para tenaga kerja sudah dipesertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dan hal lainnya adalah pemberlakuan jam kerja yang harus sesuai aturan yang ada,” kata pangandaheng

Pantauan bhayangkaranusantara.com yang ikut dalam sidak ini, banyak hal mengejutkan yang ditemukan. Sejumlah pelanggaran dilakukan pihak pengusaha pertokoan, seperti tidak dipesertakannya para naker dalam program BPJS Ketenagakerjaan, upah belum sesuai aturan (UMK) juga pemberlakuan jam kerja masih ada yang tidak sesuai aturan, bahkan masih ada praktek pemberhentian sepihak terhadap tenaga kerja.

Baca Juga:  Terobosan di Tengah Pandemi, OD - SK Bebaskan Denda Ranmor

Menanggapi hal ini, Pangandaheng berjanji akan segera mengundang pengusaha yang melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Dalam waktu dekat kami akan mengundang pihak pengusaha yang melakukan pelanggaran terhadap hak hak para tenaga kerja. Jjka mereka mangkir serta tidak mau mentatati aturan maka akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya mengakhiri. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0