Gagal Paham, Oknum Polisi Banting Kursi di Puskesmas Jakarta Timur, Petugas Poli Catin: Kenceng Banget

 102 total views

ADA saja ulah oknum polisi satu ini. Saat mendatangi poli calon pengantin (catin) puskesmas di Kecamatan Jakarta Timur mengurus sertifikat catin untuk calon istri, sang polisi menunjukan sikap arogan.

Dalam rekaman video petugas di kecamatan tersebut, oknum polisi berinisial MR berpangkat Bripda tersebut terlihat membanting kursi karena menganggap pihak puskesmas mempersulit dirinya.

Petugas poli catin puskesmas yang enggan disebut namanya menuturkan, Bripda MR salah paham alias gagal paham lantaran calon istrinya tidak kunjung mendapat hasil uji laboratorium tuberkolosis (TBC) sebagai syarat mendapatkan serifikat catin.

“Sudah dijelaskan kalau hasil sampel dahak pasangan dia baru keluar Jumat, karena dikirim ke RSUD Pasar Rebo. Tapi dia enggak terima, merasa dipersulit. Tiba-tiba marah lalu banting kursi,” ujar petugas poli catin puskesmas.

Baca Juga:  Mengejutkan... Kasus Covid di Tahuna Bertambah, Penyebarannya Melalui Cara Ini
Baca Juga:  Terkait Ijazah Palsu Kades Mantadulu, Ini Penjelasannya

Sebenarnya petugas poli catin sudah menjelaskan, tes kesehatan dilakukan bagi seluruh calon pengantin, tak terkecuali bagi calon istri Bripda MR.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada penyakit menular atau tidak. Hal ini sudah menjadi prosedur yang telah diatur Pemprov DKI Jakarta bagi seluruh catin. Adapun pemeriksaan kesehatan meliputi HIV, sipilis, dan penyakit menular lain.

“Calon istri pasien saat datang hari Senin (24/5/21), pas diperiksa berat badannya 38 kilogram, makanya dirujuk ke Poli TBC. Tapi si pria ini merasa dipersulit, alasannya butuh cepat untuk diserahkan ke pimpinannya di Polda Metro,” bebernya.

Mendengar keterangan petugas poli catin puskesmas, Bripda MR langsung membanting kursi di hadapan calon mempelai perempuan dan seorang petugas keamanan puskesmas.

Meski tidak ada rekaman CCTV di ruang Poli Catin Puskesmas Kecamatan yang merekam kejadian, namun seorang petugas sempat merekam video saat Bripda MR berlaga seperti “Bang Jago”.

“Dia banting kursinya, memang hanya satu kali, tapi bantingnya itu kenceng banget. Yang saya sesalkan kenapa harus sampai banting kursi. Pasien catin saya juga banyak anggota TNI-Polri dan mereka sopan, baik, mengikuti prosedur,” ucapnya.

Setelah kejadian itu, petugas poli catin menyatakan ada seseorang yang meminta maaf melalui sambungan telepon. Namun dia tidak mengetahui siapa orang yang meminta maaf itu.

“Belum tahu benar pimpinannya atau bukan, tapi tadi sudah menyampaikan permintaan maaf. Saya belum buat laporan (polisi) karena kalau laporan kan harus datang langsung ke kantor, sementara saya harus melayani pasien,” tuturnya.

Sementara, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan belum bisa memastikan terkait kejadian tersebut.

Dia menyatakan belum mendapat laporan ihwal sikap arogan oknum anggota Polri yang membanting kursi di puskesmas itu. “Saya cek dulu ya,” jawab Erwin singkat. BN02 – Jakarta

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0