Fenomena Pengumpulan Sumbangan di Instansi Pemkot Tomohon, TCW: “Dinas, Institusi Apa LSM?”

 263 total views,  1 views today

BELAKANGAN ini, banyak instansi pemerintah di Kota Tomohon yang melakukan pengumpulan bantuan dari jajaran bawahan hanya untuk sebuah sumbangan. Fenomena ini mendapat sorotan publik terutama Tomohon Coruption Watch (TCW), dari mana dalilnya? 

Hal ini salah satunya dilakoni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon pimpinan DR. Dolvin Juliana Karwur, MSi, MKes yang saat ini berstatus Plh Sekdakot Tomohon.

Berdasarkan informasi yang beredar di publik, hal ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan bernomor 876/DIKBUD/800/XI/2020 tertanggal 26 November 2020 tentang Pengumpulan Bantuan Pada Kepala Sekolah dan Guru untuk disumbangkan ke panti asuhan yang ditandatangani Sekretaris dinas, dengan menjelaskan batas akhir pengumpulan tanggal 2 Desember 2020.

Baca Juga:  Jajaran Polres Luwu Utara Pantau dan Kawal Program BPNT
Baca Juga:  Ketersediaan Air Bersih Persoalan Utama di Kota Tomohon

Kegiatan ini, dari sisi kemanusiaan memang patut diacungi jempol, tetapi di tengah pandemi Covid-19, yang diketahui juga terdampak pada kalangan dunia pendidikan termasuk pada guru apakah layak? Apakah mungkin hal seperti ini sudah menjadi tradisi dari perangkat daerah ini? Pertanyaan seperti ini kerap mengemuka di publik.

Menanggapi hal ini, beberapa pengamat di antaranya Ketua Tomohon Coruption Watch (TCW) Steven Lalawi mempertanyakan langkah yang berkiblat kegiatan sosial namun berindikasi adanya gratifikasi dan pungutan liar (pungli) ini, akibat tidak diatur undang-undang, serta membebani kalangan profesi guru di Kota Tomohon.

Secara tegas, TCW mempertanyakan hal ini, sebab institusi pemerintah seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bukan sebuah lembaga sosial kemasyarakatan atau LSM.

“Apakah dengan pengumpulan bantuan seperti ini bukan pelanggaran terhadap fungsi dan tugas utama?? Apakah semua yang terkumpul dari ratusan orang guru akan disalurkan semua?? Apakah hal ini tidak berimbas pada para siswa yang bisa menjadi beban untuk memenuhi realisasi sumbangan ini?” ungkap Lalawi mempertanyakan. Bert – Sulut 

Komentar Anda

+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
2
+1
2