Dugaan Ujaran Kebencian Dan Permusuhan Oleh Oknum ASN Kota Tomohon Berinisial JB Terhadap PS Bakal Terancam Pidana

Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial JB alias Jeane yang juga di kenal sebagai Inspektur Kota Tomohon diduga, menghina dan melecehkan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Prabowo Subianto, lewat unggahannya di group Whatsapp Pemkot Tomohon, Rabu 31 Oktober 2023 pagi.

Sebagaimana di kutip pada laman berita mejahijau.com/2023/11/31 lewat narasinya JB berujar, Aduhhh….mmg…nda pantas jadi Pemimpin…ini calon pemimpin pemecah belah. singkirkan dari RI pemimpin seperti ini…Prabowo pg towo,” tulis Inspektur Kota Tomohon itu di grup WhatsApp Pemkot Tomohon hari ini, Rabu, (31/10/2023), pagi.

Pengertian dari komentarnya,” Aduhhh, memang tidak pantas jadi pemimpin. Ini calon pemimpin pemecah belah. Singkirkan dari RI pemimpin seperti ini. Prabowo Pendusta”. adalah merupakan kalimat/frasa yang bernada ujaran kebencian dan permusuhan tapi juga cerminan dari sikap intoleran.

Terkait ujaran yang bernada kebencian, permusuhan dan intoleran oleh oknum JB alias Jeane, memantik tanggapan dari sejumlah pihak, mereka menilai, sebagai seorang ASN rasanya dia tak pantas berucap seperti itu, apalagi seorang Inspektur, semestinya jadi teladan dalam mengayomi seluruh ASN dilingkup Pemkot Tomohon baik dalam berucap serta mampu menempatkan diri.

Sebagai seorang pejabat sejatinya harus lebih bijaksana, santun dalam bernarasi, parahnya lagi narasinya itu di unggah di ruang publik lewat media sosial (medsos) melalui aplikasi Whatsapp group, dinilai sebagai perbuatan tercela dan tak pantas dilakukan seorang ASN. Hal itu tidak bisa di tolerir dan bskal bermuara ke persoalan hukum,” kata Kolonel. Purn. TNI AD Vipy Amuranto Kaunang, Ketua Umum  Relawan Prabowo Subianto Sahabat Rakyat (PSR) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)

Menurutnya, bukan hanya menjadi persoalan hukum, tapi kami akan membawa masaalah ini ke Polda Sulut, melaporkan oknum JB yang diduga melakukan ujaran kebencian, permusuhun, intoleran, menghina, melecehkan, menyerang pribadi dan martabat Bakal Calon Presiden (Bacapres) Prabowo Subianto,” tegas Vipy, sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Ayo ramaikan wisata Taman KaliAnget telah di buka kembali

Lebih lanjut Vipy mengatakan, memang kondisi di Tahun Politik saat ini banyak oknum Pejabat pemerintah yang tak mampu menempatkan diri sebagai sebagai seorang ASN yang nota bene harus Netral, tetapi karena takut kehilangan jabatan akhirnya ABS (asal bapak senang),” tukasnya.

Dia tidak sadar bahwa dia akan berhadapan dengan sangsi, baik yang bersifat administratif sampai yang terberat misalnya, pemecatan, termasuk sangsi hukum. Sebagaimana perintah Presiden saat memberikan pengarahan kepada Kepala Daerah Gubernur, Walikota dan Bupati dan ASN harus netral,” tandasnya

Sementara itu pendapat lainnya datang dari seorang pakar hukum pidana dan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado, Eugenius Paransi, SH, MH berpendapat, seorang inspektur dan sebagai ASN tidak boleh masuk dalam ranah politik praktis, setiap ASN harus bersikap netral sebagai abdi negara,” paparnya.

Dan oleh sebab itu jika narasinya sudah menyerang kehormatan dan martabat seseorang bisa masuk delik pencemaran atau menyebabkan berita bohong ada ancaman Pidananya dalam UU ITE apabila hal itu diakses oleh media sosial seperti face book, instagram, whatsapp dan lain-lain yang dimensi penyebarannya mendunia,” pungkasnya. (John-Sulut)

Komentar Anda