Dugaan korupsi dana internet desa masuk babak baru, usai Kapitalaung giliran bendahara dipanggil polres Sangihe

 174 total views

Bhayangkara nusantara Sangihe. Kasusdugaan korupsi dalam proyek pengadaan internet desa yang di duga merugikan negara satu miliaran lebih kini masuk babak baru, usai memanggil dan memeriksa puluhan Kepala Desa ( Kapitalaung) di tiga wilayah kecamatan kini giliran bendahara desa segera di panggil pihak polres Sangihe.

usai memeriksa Kapitalaung se -Mangsel dan Tatoareng, Bendahara Kampung siap-siap di gilir Polres.
Tahuna- dalam Penyidikan dugaan korupsi pada pengadaan internet desa Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu di 101 kampung se – Kabupaten Sangihe .
Penyidikan kasus ini terus di genjot aparat Penyidik Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Polres Sangihe.

Baca Juga:  Anggota Dewan PKS Tolak Rencana Pemerintah Ubah Skema Penyaluran Gas 3 Kg
Baca Juga:  Ada Kecewa di Balik Proses Seleksi Purna Paskibraka Indonesia Kota Bekasi 2021

Pada Pekan kedua di bulan September 2021 Kapitalaung se – Kecamatan Manganitu Selatan (Mangsel) dan Kecamatan Tatoareng yang di panggil diminta keterangan. Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK melalui Kasat Reskrim Polres Sangihe Iptu Kieffer FD Malonda STrK ketika di temui awak media, kamis (09/09/2021) membenarkan pemeriksaaan sejumlah Kapitalaung di dua Kecamatan tersebut

“Benar sampai saat ini pemanggilan Sejumlah Kapitalaung di Kecamatan Mangsel dan Kecamatan Tatoareng untuk diminta keterangan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan internet desa TA 2021 terus kami genjot”, Ujar Malonda. dia juga menambahkan bahwa dari 101 Kampung yang turut serta dalam pengadaan internet desa tersebut kami suda memanggil lebih dari setengah jumlah Kapitalaung yang ada. ” Sesuai dengan data yang disampaikan Kanit TIPIKOR Polres Sangihe Ipda Rofly Saribatian SH bahwa ada sekitar 68 Kapitalaung telah dipanggil hingga saat ini untuk di minta keterangan “, jelas Malonda Kembali.

Disinggung kalau adanya perangkat kampung lain yang bakal di panggil untuk pemeriksaan terkait kasus ini, Kasat Reskrim mengatakan akan ada yang dipanggil usai 101 Kapitalaung menjalani pemeriksaan. Usai semua 101 Kapitalaung kami panggil untuk pemeriksaan, kami pihak penyidik akan memanggil Bendahara Kampung selaku juru bayar dalam transaksi pengadaan internet desa di maksud”, imbuh Malonda yang terus meminta dukungan masyarakat dalam penuntasan kasus ini.

Seperti di ketahui 101 kampung dari 145 kampung yang ada di Kabupaten Sangihe, TA 2019 lalu menganggarkan dan membeli perangkat internet yang. Namun dalam pelaksanaannya di duga terjadi mark-up anggaran sehingga berujung pada dugaan korupsi. Dimana total anggaran untuk pengadaan internet desa tersebut mencapai sekira Rp. 6.60 Miliar. Dan dari hasil audit APIP di 47 kampung yang menjadi sampel menyebutkan dari dugaan perhitungan kerugian negara dalam kelebihan pembayaran mencapai Rp 1,2 miliar.

Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0