Dua Proyek Peningkatan Ruas Jalan di Pulau Salibabu, Kabupaten Talaud “Amburadul”

 165 total views

PROYEK peningkatan jalan, ruas jalan Lirung Kolongan dan Lirung Balang, Pulau Salibabu, Kabupaten Talaud amburadul dan asal jadi, termasuk dugaan penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Proyek peningkatan jalan Lirung Kolongan dibandrol pada angka Rp. 14 miliar lebih, sementara untuk proyek peningkatan jalan Lirung Balang senilai Rp. 4 miliar lebih, sumber dana APBD-P 2020. Hal ini jadi sorotan sejumlah aktifis.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, material yang digunakan pihak kontraktor diduga berasal dari material lokal dan tidak sesuai kesepakatan kontrak yang mewajibkan kontraktor menggunakan material yang dimobilisasi dari Kota Manado.

Baca Juga:  Segudang Masalah Ada di Desa Kalilunjar Pejawaran Banjarnegara, Warga Laporkan Kades ke Polres
Baca Juga:  Proyek Fisik di Kampung Beringin Purwakarta Abaikan Hak Masyarakat

Namun kenyataannya, pihak kontraktor tidak melakukan amanat kontrak dan lebih memilih menggunakan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis guna meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Informasi yang berkembang, dugaan tentang penggunaan material lokal didukung hasil uji laboratorium Politeknik Negeri Manado. Sejauh mana kebenaran informasi tersebut belum terkonfirmasi dengan pihak Politeknik Negeri Manado.

Diketahui, proyek peningkatan jalan ruas Lirung Kolongan dan Kolongan Balang dikerjakan PT. Canterra Baru senilai Rp. 14.925.704.000,- dengan nomor kontrak, 02KONT-JLB APBD-2020, tanggal kontrak 16 November 2020, 45 hari kerja.

Sementara untuk proyek peningkatan ruas jalan Lirung Balang senilai Rp. 4.945.850.000,- dikerjakan CV. Rienefendi Jaya Lestari dengan nomor kontrak, 02KONT-JLB APBD-P 2020, tanggal kontrak 16 November 2020, 45 hari kerja.

Berkembang informasi bahwa kedua perusahaan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan, ruas jalan Lirung-Kolongan-Balang dan Lirung Balang pemilik yang sama, yakni seorang pengusaha yang akrab dengan panggilan Ko Bun, pemilik toko bangunan Canterra Baru.

Sementara upaya konfirmasi coba dilakukan dengan pihak PPK Mona Mohede terkait penggunaan material sirtu yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Hingga berita ini tayang, yang bersangkutan tidak memberi tanggapan. John-Sulut

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0