DPD FOKAN Jawa Timur “Wujudkan Generasi Indonesia Bersih Narkoba” di Ponpes At-Thadzib Ngoro Jombang – Bhayangkara Nusantara

DPD FOKAN Jawa Timur “Wujudkan Generasi Indonesia Bersih Narkoba” di Ponpes At-Thadzib Ngoro Jombang

 74 total views,  1 views today

SEKRETARIS DPD Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) Jawa Timur, Umar Al Khothob giat edukasi “Wujudkan Generasi Indonesia Bersih Narkoba” di Pondok Pesantren (Ponpes) At-Thadzib Ngoro Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/08/20).

Kunjungan tersebut guna memberikan penyuluhan anti narkoba kepada para santri dan santriwati yang nantinya  akan dihadiri narasumber Ketua DPD FOKAN Jawa Timur, Zaenab Zuraidah Latief, SE.

Umar Al Khothob yang juga Ketua DPD Puskominfo Indonesia – Jawa Timur mewakili  Zaezura – sapaan akrab Zaenab Zuraidah Latief, mendapatkan tugas untuk roadshow keliling ke seluruh pesantren di Jawa Timur untuk  melakukan kegiatan P4GN dan memberikan informasi kepada santri tentang modus-modus operandi.

“Saat nanti santri itu pulang dari pesantren atau mau datang ke pesantren, kita edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan bagaimana cara menyikapinya. Nah sifat kami ke sini hanya deklarasi dengan waktu yang sangat singkat, karena nanti kami atur jadwal untuk melakukan penyuluhan bahayanya penyalahgunaan serta peredaran narkotika di Kabupaten Jombang, khususnya di Jawa Timur,” ujar Umar.

“Jadi nanti yang jadi narasumber, Insya Allah ibu Bupati Bangkalan dan Ketua FOKAN sendiri bisa berkenan hadir di ponpes ini untuk membina, memberikan suatu motivasi. Pesan beliau kepada saya agar disampaikan, “Saya selalu bahagia dan penebar kebahagiaan,” kata ketua,” ujar Umar.

Zaezura melalui Umar juga menitipkan pesan, jangan sampai karir santri ini nanti terputus akibat penyalahgunaan narkoba atau modus operandi yang dilakukan bandar narkoba, karena benteng terdepan NKRI Ini pesantren dan para alim ulama.

“Kalau santri dan ulamanya sudah terkena narkoba bangsa kita wassalam. Tapi harapan kami dari FOKAN Jawa Timur akan terus berjuang untuk pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba,” ungkap Umar.

Baca Juga:  Pantau Langsung dan Cek TPS, Pamatwil dan Kapolres Kobar Imbau Masyarakat Taati Prokes

Adapun program pendek DPD FOKAN Jawa Timur, yaitu memberikan materi jenis-jenis narkoba agar para santri bisa antisipasi jika suatu saat di luar sana nanti ditawar barang-barang yang haram ini dalam agama.

“Itu akan jadi antisipasi, dia mengenal,  ‘Wah itu seperti penyuluhan di pasantren kalau itu narkoba’. Kita akan ajarkan modus-modus operandi nanti jangan sampai mudah menerima barang-barang dari orang yang tidak kita kenal, karena kita tidak tahu barang ini berupa apa, berwujud apa, bahaya atau tidak kita tahu,” kata Umar.

Jadi lanjut Umar, pihaknya nanti akan memberikan materi dan copy paste ini untuk para ustadz dan ustadzah yang bergelut langsung di pesantrennya yang kontak fisik langsung bersama para santri.

“Jadi seandainya ada santri baru nanti, seperti apa ciri-ciri pemakai narkoba itu, kita akan berikan semua materinya, agar pesantren punya antisipasi, dan kami sudah berikan MoU kepada Gus Mad selaku Koordinator Ponpes At-Thadzib bahwa pihaknya akan mengurus menerima wajib lapor, dan siapapun yang melapor ke beliau insya Allah akan diproses rehabilitasi,” pungkas Umar Al Khothob.

Hal senada disampaikan KH Achmad Masruf bahwa kehadiran FOKAN di sini atas kepeduliannya, khususnya pada santriwan Pesantren At-Thadzib. “Karena kita ketahui bahwa narkoba adalah penyakit atau kebiasaan yang sangat merugikan santriwan,” kata Kyai.

“Semuanya, bagi bangsa dan negara, sangat merugikan sekali untuk pesantren, karena itu merupakan barang haram yang dilarang agama dan negara, pasti para santri-santri itu di garda terdepan untuk menolak narkoba. Karena itu santri yang ada di sini otomatis semuanya berkewajiban untuk menjauhi narkoba, meninggalkan, menolak dan seterusnya,” papar Kyai.

Karena itu, pihaknya menunggu dan mendukung FOKAN atas kepeduliannya, khususnya pada santri, sehingga tidak ada santri yang terkena narkoba. “Saya kira kalau santri itu tidak kena narkoba, tapi mungkin dari rumah terkena, di pondok pesantren kambuh. Tapi kalau asli santri, saya kira tidak kena narkoba. namun kita semua harus berusaha, karena namanya setan dan penggoda itu selalu ada,” ungkap KH. Achmad Masruf.

Baca Juga:  Walikota Lumentut Pastikan Penerima Bantuan Terdampak Corona Penduduk Manado

Lebih dari itu, kata KH. Achmad, narkoba itu jelas dilarang dan diharamkan agama. BN01 – JOMBANG

Komentar Anda

+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1